Jakarta | CorongNews – Pihak yang memproduksi film dokumenter “Pesta Babi” mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat mengenai maraknya peredaran tautan (link) ilegal. Tautan-tautan tersebut marak tersebar di media sosial dan aplikasi pesan singkat dengan klaim menyediakan akses menonton film tersebut secara penuh (full movie).
Tim produksi menduga kuat bahwa penyebaran tautan ini merupakan modus penipuan digital atau penyebaran disinformasi yang memanfaatkan momentum viralnya film tersebut.
Menanggapi fenomena ini, Dandhy Dwi Laksono selaku Pendiri WatchDoc sekaligus Produser Eksekutif film “Pesta Babi”, memberikan klarifikasi lewat akun X (Twitter) pribadinya. Ia mengingatkan bahwa mengakses tautan di luar jalur resmi sangat berisiko, baik bagi keamanan data pribadi penonton maupun kebenaran konten yang disajikan.
“Waspada! Beredar tautan yang mengklaim berisi Pesta Babi full movie. Kami tidak bertanggung jawab apabila ada pemelintiran data dan fakta,” tulis Dandhy Laksono dalam unggahan X @dandhy_laksono, dikutip pada Jumat, (15 Mei 26).
Cuitan yang telah menjaring lebih dari 29 ribu tayangan dan mendapat dua ribu lebih tanda suka (likes) tersebut juga menegaskan bahwa akses resmi untuk menonton “Pesta Babi” yang asli hanya tersedia lewat platform Musim Nobar.
Sebagai informasi, film dokumenter yang mengusung subjudul “Kolonialisme di zaman kita” ini merupakan sebuah proyek kolaborasi lintas sektor. Pembuatannya didukung oleh sejumlah organisasi, seperti Ekspedisi Indonesia Baru, Jubi.id, Greenpeace, Pusaka, WatchDoc, dan LBH Papua Merauke.
Fokus Isu dan Risiko Manipulasi Konten
Dokumenter investigatif ini mengupas isu-isu sensitif dan krusial di tanah Papua, khususnya mengenai program food estate serta transisi energi.
Oleh sebab itu, menjaga keutuhan konteks informasi yang disampaikan dalam film ini menjadi prioritas utama tim produksi.
Masyarakat sangat diimbau untuk tidak asal mengeklik tautan mencurigakan yang mengarah pada situs streaming bajakan ataupun platform penyimpanan pihak ketiga seperti Terabox.
Selain ancaman infeksi malware (perangkat peretas), ada kekhawatiran besar bahwa video “Pesta Babi” di situs ilegal tersebut telah diedit atau dipotong. Modifikasi video ini ditakutkan dapat mengubah atau memutarbalikkan pesan asli dari dokumenter tersebut.
Prosedur Resmi Menonton “Pesta Babi”
Pihak penyelenggara menegaskan bahwa dokumenter ini tidak dilepas secara bebas, melainkan harus diakses melalui jalur resmi dengan sistem Nonton Bareng (Nobar). Syarat utamanya adalah mengumpulkan penonton minimal 10 orang.
Bagi masyarakat atau komunitas yang ingin menggelar pemutaran film ini, diwajibkan untuk mendaftar hanya melalui formulir digital resmi dan selalu memantau perkembangan informasi lewat kanal-kanal terverifikasi.
Langkah preventif ini sengaja diterapkan demi memastikan pesan dan fakta-fakta investigasi di dalam film tetap murni, serta tidak dipelintir oleh oknum yang tidak bertanggung jawab demi kepentingan tertentu.*








