Kediri | CorongNews – Mbah Marsiyah Salim menorehkan sejarah baru sebagai jemaah haji dengan usia tertua dari Indonesia pada musim haji tahun 2026. Meski telah menginjak usia 105 tahun, warga Kota Kediri, Jawa Timur ini dinyatakan lolos syarat istitha’ah kesehatan.
Saat ini, ia telah mendarat di Tanah Suci melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.
Tergabung dalam kloter SUB 112 melalui Embarkasi Surabaya, Mbah Marsiyah termasuk dalam rombongan enam kloter pamungkas yang bertolak dari tanah air pada 22 Mei 2026.
Di Makkah, ia menempati pemondokan di Sektor 4 Wilayah Syishah-Raudhah dengan didampingi oleh anak perempuannya, Muaidah (67).
Nenek kelahiran 1 Juli 1921 ini sebenarnya masih mampu melangkah secara perlahan. Namun, demi mendukung mobilitasnya yang sudah terbatas, ia dibantu dengan alat penopang berupa tongkat atau kursi roda.
Walau demikian, wajahnya selalu memancarkan kebahagiaan. Pengalaman perdana terbang dalam durasi panjang menjadi cerita tersendiri bagi Mbah Marsiyah yang memang jarang bepergian jauh.
“Rasanya ayem, berangkat sampai pulang sehat. Gimana rasanya? Ya enak, orang tidak pernah keluar. Pagi minum susu, anginnya dingin,” tuturnya dengan polos sebagaimana dilansir Pikiran Rakyat.
Celengan Kaleng Hasil Jualan Bubur yang Membuka Jalan ke Makkah
Impian suci menuju Baitullah ini diwujudkan Mbah Marsiyah lewat ketekunannya menabung uang receh.
Selama bertahun-tahun, ia menyisihkan pendapatan dari hasil berdagang bubur jenang yang dijajakannya di bawah pohon sawo depan rumah.
Lembar demi lembar uang tersebut ia simpan rapat-rapat di dalam sebuah kaleng bekas yang disembunyikan di pojok lemari kayunya.
Setelah dana terkumpul dan mendapat tambahan kekurangannya dari sang anak, tabungan tersebut akhirnya disetorkan untuk mendaftar haji pada tahun 2021. Berkat kebijakan prioritas untuk kategori lansia, ia tidak perlu mengantre terlalu lama.
“Saya jualan jenang. Nabung dikit-dikit di kaleng. Kadang Rp 5 ribu, Rp 2 ribu. Setelah terkumpul saya hitung, lalu ditambahi anak saya,” kenang Mbah Marsiyah.
Persiapan di Usia Senja
Mengingat usianya yang sudah melewati satu abad, Mbah Marsiyah sudah tidak lagi melakoni aktivitas fisik yang menguras energi.
Persiapan fisiknya sebelum bertolak ke Arab Saudi pun hanya berupa olahraga yang sangat ringan di lingkungan rumah.
“Jalan-jalan saja di rumah, sebentar saja enggak kuat lama. Sekarang tua enggak ada kegiatan, di rumah saja. Dulu pernah jatuh di kamar mandi, lalu dibelikan tongkat oleh anak. Jualan jenang juga itu dulu,” katanya menceritakan kondisinya saat ini.
Perjuangan dan kesabaran panjang Mbah Marsiyah kini telah berbuah manis. Doa serta harapan terbaik mengalir bagi sang nenek agar senantiasa dilimpahi kesehatan dan energi untuk menyelesaikan seluruh rukun ibadah hingga meraih predikat haji yang mabrur.
Sebagai informasi, seluruh jemaah haji Indonesia dijadwalkan mulai bergerak secara bertahap pada 26 Mei 2026 demi menyambut puncak ibadah haji, sementara Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah jatuh pada tanggal 27 Mei 2026. (*)








