Jakarta | CorongNews – Setelah sempat ditahan oleh tentara zionis Israel pada awal pekan ini, sembilan relawan yang tergabung dalam Global Sumud Flotila akhirnya mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada Ahad (24/5/26) sore.
Meski bersyukur bisa pulang dengan selamat, para relawan menggarisbawahi bahwa perjuangan kemanusiaan untuk membela rakyat Palestina yang tertindas masih panjang.
Kelelahan fisik tampak jelas setelah menempuh rute kepulangan yang menguras energi.
Salah satu relawan dari Global Peace Convoy Indonesia, Rahendro Herubowo, mengungkapkan rasa syukurnya.
“Alhamdulillah sudah sampai, rasanya lelah, ini perjalanan panjang,” ujar Rahendro, mengutip Republika.
Senada dengan Rahendro, relawan lainnya mengingatkan bahwa kepulangan mereka bukanlah akhir dari segalanya.
Sebaliknya, momen ini harus menjadi pemantik agar gerakan solidaritas untuk Palestina semakin masif.
“Kita harus berjuang lebih keras lagi!” serunya.
Suara Jurnalis: Jangan Lupakan Genosida di Gaza
Bambang Noroyono, atau yang akrab disapa Abeng, jurnalis Republika, ikut mengungkapkan kelegaannya bisa kembali ke tanah air. Namun, ia langsung menyerukan pesan kuat terkait nasib Palestina yang masih terjajah.
“Tetap dukung Palestina! Tetap suarakan kemerdekaan untuk Palestina!” tegas Abeng.
Pesan serupa datang dari jurnalis Tempo TV, Andre Prasetyo Nugroho. Ia mengimbau masyarakat Indonesia untuk terus mengawal isu kemanusiaan ini dan mengingatkan dunia bahwa aksi genosida oleh zionis Israel di Palestina masih terus berlangsung.
Sementara itu, jurnalis Republika lainnya, Thoudy Badai, menilai penahanan yang sempat mereka alami belum sebanding dengan penderitaan hebat yang dirasakan warga Gaza setiap harinya, termasuk mereka yang mendekam di balik jeruji besi Israel.
“Ada hampir 10 ribu warga Gaza yang ditahan tanpa alasan apapun oleh pemerintah zionis Israel tanpa ada kepastian untuk dipulangkan ke keluarganya,” ungkap Thoudy.
Seruan untuk Terus Menembus Blokade
Semangat untuk menyalurkan bantuan logistik juga ditegaskan oleh Mainum Herawati, perwakilan Steering Committee Global Sumud Flotila 2.0 asal Indonesia.
Ia menyatakan bahwa upaya untuk mendobrak blokade Israel tidak boleh surut. Mainum mengajak seluruh relawan dan masyarakat luas untuk terus konsisten mengupayakan pengiriman bantuan bagi rakyat Palestina. (*)








