Telantarkan Pasien MOW Di Garasi Mobil, Tidak Berperikemanusiaan, Yan Coga Meminta Pemerintah Cabut dan Tutup Izin RSIA Rika Amelia dan Pecat Kadis BKKBN Palembang

Pasang Iklan Murah Meriah

Palembang, corongnews.com –

Berdasarkan informasi yang didapat dari masyarakat dan diterima oleh Lembaga GARDA API Sumsel serta dilakukan investigasi ke lapangan terkait kabar dugaan penelantaran pasien di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Rika Amelia, memang benar ditemukan ada beberapa pasien yang ditempatkan di lantai parkiran mobil di Rumah sakit tersebut.

Saat dimintai keterangannya terkait dugaan penelantaran pasien di rumah sakit itu, Yan Hariranto atau yang akrab dipanggil Yan Coga, selaku Aktivis peduli sosial kemanusiaan dan sekaligus sebagai Ketua dari Lembaga GARDA API Sumsel mengatakan berdasarkan informasi yang didapat lembaganya bahwa kegiatan Medis Operatif Wanita (MOW) Tubektomi yang dilakukan di RSIA Rika Amelia tidak sesuai SOP, pasien ditempatkan di lantai garasi mobil dan ditelantarkan, Jumat, 07/10/22.

Yan Coga menyampaikan bahwa tindakan yang dilakukan oleh pihak RSIA itu sangatlah tidak tepat apalagi status rumah sakit tersebut adalah salah satu termasuk rumah sakit unggulan di Kota Palembang.

“Berdasarkan informasi yang kami terima dari masyarakat serta investigasi di lapangan bahwa ditemukan dugaan tindakan yang tidak sesuai dengan SOP. RSIA Rika Amelia ketika melakukan steril MOW itu dengan tindakan yang tidak berprikemanusian atau manusiawi, apalagi menelantarkan pasien yang melakukan Medis Operatif Wanita (MOW) Tubektomi yang perlu menjaga kebersihan lingkungan supaya steril,” ujar Yan Coga.

Selain itu, Yan Coga menambahkan bahwa pasien-pasien itu ditempatkan diluar gedung dan ditelantarkan. Seharusnya pasien ditempatkan ditempat yang layak untuk menjaga kebersihan atau steril serta untuk memulihkan kembali stamina tubuh mereka pasca dilakukan tindakan medis MOW tadi.

“Pasien ditempatkan diluar gedung tepatnya di garasi parkiran mobil, dan pasien juga ada yang ditempatkan didalam gedung tapi ditempatkan dilantai beralaskan tikar plastik saja. Inikan seharusnya ditempatkan ditempat yang benar, pasien harusnya ditempatkan diatas kasur, layaknya seorang pasienlah,” ujarnya.

Yan Coga menegas terkait perlakuan tidak manusiawi yang dilakukan oleh pihak RSIA Rika Amelia bahwa lembaganya akan melakukan aksi demo untuk menuntut tutup dan cabut izin operasi RSIA Rika Amelia.

“Kami akan melakukan aksi demo besar-besaran di depan Kantor Dinas Kesehatan dan Kantor Gubernur untuk menuntut supaya pemerintah menutup dan mencabut izin operasi RSIA Rika Amelia serta menuntut pencabutan izin praktek terhadap dokter-dokter atau mereka yang punya adil dalam praktek tindakan MOW di RSIA Rika Amelia yang tidak sesuai SOP, dimana pasien ditempatkan di lantai garasi mobil dan ditelantarkan. Selain itu kami meminta supaya Kepala Dinas BKKBN Kota Palembang untuk dipecat,” tambah Yan Coga.

Perlu diketahui bahwa program MOW ini merupakan kerja sama antara BKKBN Kota Palembang dengan berbagai Rumah sakit, salah satunya adalah RSIA Rika Amelia yang melakukan tindakan medik. Dalam hal ini, Yan Coga turut menyoroti bahwa diduga ada main mata antara Kepala BKKBN dengan pihak RSIA Rika Amelia.

“kami menduga disini ada dugaan main mata antara kepala Dinas BKKBN dengan pihak RSIA Rika Amelia. Kami mendapatkan informasi bahwa diduga terdapat monopoli program MOW yang dilakukan oleh salah satu oknum RSIA Rika Amelia yang apabila Rumah Sakit lain ingin mendapatkan program MOW tersebut harus meminta izin terlebih dahulu kepada oknum tadi. Inikan tidak benar,” ujar Yan Coga. (afan)

Pos terkait