Palembang, corongnews.com –
Puluhan Massa yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Wilayah Garda Alam Pikir Indonesia Provinsi Sumatera Selatan (Garda Api Provinsi Sumsel), geruduk Kantor Gubernur Sumsel untuk melakukan aksi demo terkait aspirasi masyarakat yang menilai dunia pendidikan di Sumsel sedang tidak baik. Aksi demo yang dikomandoi oleh Yan Coga ini meminta Gubernur Sumatera Selatan untuk pecat Kadis Pendidikan dan jajaran karena diduga oknum pejabat di lingkungan Disdik Provinsi meminta uang kepada kepala sekolah dengan modus sumbangan, Jum’at ( 26/05/23).
Yan Coga yang didampingi Andi selaku Koordinator Aksi dan koordinator Lapangan Indra Hermansyah dan Kiki mengatakan selain meminta Pecat Kadis Pendidikan dan jajarannya, juga Garada Api Provinsi Sumsel meminta Kejati Provinsi Sumatera Selatan untuk memeriksa seluruh laporan Pertanggungjawaban ( LPJ ) keuangan Penggunaan Dana BOS SMA dan SMK Negeri di Kota Palembang yang mana diduga telah terjadi penyelewengan oleh oknum kepala sekolah dengan memasukkan nama guru atau pegawai fiktif di daftar nama guru atau pegawai penerima gaji yang bersumber dari dana BOS maupun dana komite sekolah.
“Buruknya pelaksanaan dari pada penggunaan Dana Bos SMA dan SMK Negeri yang ada di Kota Palembang mengakibatkan banyaknya Dugaan indikasi yang mengarah praktik-praktik KKN. Sehingga matinya dunia pendidikan di Sumsel yang mana rakyat miskin di Sumsel susah untuk mendapatkan pendidikan,”pungkasnya.
Selain itu, Yan Coga juga mengatakan bahwa dirinya merasa sangat sedih dan peduli dengan dunia pendidikan karena pendidikan merupakan pintu untuk mengantarkan anak bangsa menjadi cerdas yang nantinya akan menjadi faktor kunci majunya sebuah Bangsa. Karena itulah Yan Coga hadir untuk memberikan kritik dan masukan bagi Pemerintah Provinsi Sumsel agar lebih memperhatikan pendidikan, imbuhnya.
“Miris dan sangat menyedihkan melihat dunia pendidikan di Sumsel ini tiap hari tambah kacau. Bagaimana dengan anak tukang becak, apakah orang kaya saja yang bisa menikmati pendidikan Negeri. Kalau seperti ini bagaimana bisa memajukan pendidikan. Saya sedih dan sangat peduli terhadap persoalan yang dialami oleh masyarakat kita, betapa tidak, ada anak kawan kita yang tidak diterima disalah satu sekolahan Negeri di Kota Palembang karena dia miskin,” ujar Yan Coga berapi-api.
Aksi demo yang diwarnai oleh Yan Coga dan kawan-kawan dengan membuka baju dan pembakaran kertas karton yang bertuliskan kata-kata tuntutan ini nyaris saja bentrok dengan petugas SatPol PP karena Yan Coga merasa tidak puas dan sangat kecewa kepada Pemerintah Provinsi Sumsel yang selama ini dirinya dukung ternyata tidak memperhatikan kinerja pejabatnya untuk memajukan pendidikan.
“Kita membuka baju dan membakar kertas ini pertanda perlawanan dan kekecewaan kita pada Pemerintah Provinsi hari ini karena Dinas Pendidikan tidak bisa memajukan pendidikan untuk mencerdaskan anak Bangsa. Kami sungguh kecewa, kami minta Bapak Gubernur, H. Herman Deru untuk segera pecat Kepala Dinas Pendidikan karena dinilai sudah gagal,” tutup Yan Coga.
Sementara itu, Drs Joko Edi Purwanto, M.Si Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Sumatera Selatan Mengatakan kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan yang sudah membantu untuk ikut membantu dunia pendidikan.
“Terkait aksi hari ini kita tidak bisa langsung memberikan penilaian atau mengiyahkan karena itu hanya Dugaan. Kedepan, mudah-mudahan adanya perbaikan dalam Dunia Pendidikan terutama di Sumsel dalam hal ini Transfaransi serta Pelaksanaan Kegiatan di Sekolah,”pungkasnya. (afan)








