Rencana Pemberian MBG untuk Lansia Dinilai Rekan Indonesia Sumsel Terlalu Beresiko

Ilustrasi program makan bergizi gratis (MBG)
Pasang Iklan Murah Meriah

Palembang, Corongnews – Pemerintah berencana memberikan makanan bergizi gratis (MBG) untuk lansia. Wacana ini menuai kekhawatiran sejumlah pihak, pasalnya pemberian makan bagi kaum rentan tidak sama dibandingkan kategori usia lainnya.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau disapa Gus Ipul bilang pemerintah akan memberikan MBG untuk lebih dari 100.000 lansia berusia di atas 75 tahun dan 36.000 penyandang disabilitas pada 2026.

Selain memberikan paket makanan senilai Rp15.000 per porsi itu, Kementerian Sosial (Kemensos) juga menyediakan pengasuh (caregiver) untuk merawat para lansia.

“MBG untuk lansia harus memiliki petunjuk teknis (juknis) yang jelas, tidak bisa disamakan dengan usia anak sekolah. Pemilihan menu harus sangat hati-hati mengingat kondisi kesehatan pada lansia masing-masing tidak sama.” Ujar Ketua Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia Sumsel, Miftahul Firdaus atau biasa dipanggil Avir, Selasa (13/01/26).

Bacaan Lainnya

“Lansia rata-rata berhadapan dengan banyak penyakit degeneratif yang tentu saja memiliki diet yang berbeda masing-masing, di sana akan timbul kerepotan. Lebih buruknya lagi, tentu pemberian menu yang tidak tepat akan mengundang resiko. Kenapa tidak lebih mengutamakan memperhatikan kondisi ekonominya.” Tegasnya.

Disamping itu, Pendiri lembaga kajian Center for Indonesia Strategic Development Initiatives (CISDI) Diah Satyani Saminarsih berkata, tata kelola MBG yang bermasalah untuk lansia akan meningkatkan aspek kerentanan karena kondisi kesehatan yang cenderung menurun serta adanya penyakit tidak menular.

“Risiko yang dialami bukan hanya keracunan, melainkan juga meningkatkan risiko kesehatan yang dapat berimbas pada komplikasi penyakit. Lansia menunjukkan gejala keracunan dan risiko kesehatan yang tidak selalu terlihat,” kata Diah sebagaimana dilansir BBC Indonesia.

Associate Professor Monash University Indonesia bidang Kesehatan Publik, Grace Wangge menyebut ada beberapa aspek penting dalam pemberian MBG pada lansia.

“Pertama dari segi tekstur dan rasa, lalu kandungan yang padat gizi. Kemudian makanan bersih dan higienis, peran caregiver memberikan MBG, serta bagaimana monitoringnya,” kata Grace.

“Lansia tidak seragam. Masing-masing punya masalah kesehatan dan fungsional yang berbeda-beda. Jadi tak bisa setiap lansia itu makanan dan caranya yang sama,” ujarnya.*

V)

Pos terkait