Beda Hantavirus dan Campak: Mana yang Lebih Cepat Menular? Ini Penjelasan Pakar

Pasang Iklan Murah Meriah

Jakarta | CorongNews – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa ancaman hantavirus saat ini bukanlah prioritas utama bagi publik di tanah air. Prof. Dr. Dominicus Husada, Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, justru menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit campak yang hingga kini belum berhasil dituntaskan.

Mengutip Republika, Guru Besar bidang ilmu PD3I Universitas Airlangga tersebut mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi kesehatan domestik yang masih bergejolak.

“Campak ini mulai 2-3 tahun lalu sampai hari ini belum tuntas juga. Ini yang membuat saya prihatin. Jadi menurut saya, kita tidak perlu fokus pada hal di luar sana, sementara ini rumah kita ini sedang terbakar,” ujar Prof. Dominicus dalam diskusi virtual IDAI, Jumat (8/5/26).

Tren Kasus Campak di Indonesia

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per akhir Maret 2026, Indonesia sempat menghadapi lonjakan drastis kasus campak di awal tahun. Puncaknya terjadi pada minggu pertama dengan temuan 2.220 kasus positif. Meski demikian, tren tersebut mulai melandai secara bertahap hingga tercatat menyisakan 146 kasus pada pekan ke-12.

Bacaan Lainnya

Karakteristik Penularan Hantavirus

Terkait hantavirus (khususnya strain Andes yang ditemukan di kapal pesiar), Prof. Dominicus menjelaskan bahwa infeksinya tidak menyebar secepat virus penyebab pandemi seperti Covid-19. Penularan biasanya terjadi lewat kontak yang sangat dekat melalui saluran pernapasan.

Kategori kontak erat yang dimaksud meliputi anggota keluarga serumah, rekan satu kantor, atau teman satu kelas.

“Jadi benar-benar orang yang dalam kontak erat. Seperti yang di kapal pesiar itu kan pasien awalnya suami istri. Kalau hanya selewat, saya kira itu tidak akan tertular, kecil kemungkinannya lah,” jelasnya.

Perbandingan Tingkat Penularan

Prof. Dominicus menambahkan bahwa banyak literatur ilmiah bahkan tidak mencantumkan angka reproduksi dasar ($R_0$) untuk hantavirus karena kemampuannya menyebar dianggap sangat rendah. Hal ini berbanding terbalik dengan campak yang merupakan salah satu penyakit paling menular di dunia.

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat disarankan untuk konsisten menjalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Seperti yang tadi disampaikan, kuncinya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Itu kan tiap orang bisa dan itu murah. Itu sudah sangat efektif untuk mencegah dan tidak perlu mengeluarkan biaya,” tegas Prof. Dominicus.

Situasi Global

Isu hantavirus kembali mencuat setelah strain Andes terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius yang sedang berlayar di Samudra Atlantik. Insiden tersebut merenggut tiga nyawa. Meski Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah menginvestigasi sumber asalnya, mereka memastikan bahwa wabah ini tidak akan memicu pandemi baru.*

Pos terkait