Waspada Hantavirus: REKAN Sumsel Minta Pemerintah Cekatan, Warga Diimbau Tetap Tenang

Ketua REKAN Sumsel, Miftahul Firdaus (Avir). (c) CorongNews
Pasang Iklan Murah Meriah

Palembang | CorongNews – Munculnya kekhawatiran mengenai penyebaran Hantavirus mulai menjadi perhatian serius di tengah masyarakat. Meski memiliki tingkat fatalitas yang perlu diwaspadai, masyarakat diimbau untuk tidak panik dan lebih mengedepankan langkah-langkah pencegahan yang terukur.

Pemerintah Harus Ambil Langkah Nyata

Menanggapi situasi ini, Ketua Relawan Kesehatan (REKAN) Sumatera Selatan, Miftahul Firdaus yang akrab disapa Avir, menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh tinggal diam. Menurutnya, koordinasi antar instansi kesehatan harus segera diperkuat untuk memetakan risiko penyebaran.

“Para pihak pengambil kebijakan di bidang kesehatan harus ambil tindakan pencegahan. Tindakan preventif dan kuratif harus dilakukan kepada masyarakat agar dampak risiko dapat ditekan seminimal mungkin,” ujar Avir kepada CorongNews.

Waspadai Tikus sebagai Inang Utama

Avir juga mengingatkan masyarakat bahwa kunci utama pencegahan Hantavirus adalah menjaga kebersihan lingkungan dari hewan pengerat. Berbeda dengan pandangan umum, tikus tidak hanya ditemukan di tempat kumuh.

Bacaan Lainnya

“Tikus adalah hewan pengerat yang hidup sangat dekat dengan manusia. Walau selalu dibilang hewan ini penyuka tempat kotor, nyatanya hewan ini tidak memandang lingkungan yang kotor ataupun bersih. Hewan ini dapat tinggal dan bergerak ke area kotor maupun bersih,” tambahnya.

Kenali Cara Penularan dan Gejala

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hantavirus merupakan kelompok virus zoonotik, yaitu penyakit yang menular dari hewan ke manusia. Penularan paling sering terjadi melalui tikus sebagai inang alami virus.

WHO memperkirakan terdapat 10.000 hingga 100.000 kasus hantavirus setiap tahun dengan tingkat kematian cukup tinggi pada kasus berat.

Penularan hantavirus paling sering terjadi saat seseorang menghirup aerosol dari limbah tikus yang terinfeksi. Aerosol artinya partikel cairan atau benda padat berukuran sangat kecil sehingga mampu melayang di udara dalam waktu lama lalu masuk ke paru-paru saat terhirup.

Partikel tersebut biasanya berasal dari urin, kotoran, atau air liur tikus yang mengering di area tertutup, seperti gudang, loteng, ruang bawah tanah, bangunan kosong, hingga area pertanian. Saat debu tersapu atau beterbangan, virus dapat ikut terhirup manusia.

Selain melalui udara, penularan hantavirus juga bisa terjadi saat seseorang menyentuh permukaan terkontaminasi lalu memegang hidung, mulut, atau mata tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Dalam beberapa kasus, gigitan tikus juga berpotensi menularkan virus meski lebih jarang terjadi.

Karena itu, lingkungan dengan populasi tikus tinggi menjadi faktor risiko utama penyebaran hantavirus.

Gejala awal biasanya menyerupai flu (fever, menggigil, nyeri otot), namun dapat berkembang menjadi sesak napas yang berat jika tidak segera ditangani secara medis.

Langkah Pencegahan bagi Warga

Agar terhindar dari paparan virus ini, warga diharapkan melakukan langkah-langkah berikut:

  1. Tutup Akses Masuk: Pastikan tidak ada celah di rumah yang bisa dimasuki tikus.

  2. Gunakan Masker saat Membersihkan: Saat membersihkan area yang lama tidak terjamah (seperti gudang atau loteng), gunakan masker dan sarung tangan.

  3. Hindari Sapu Kering: Jangan menyapu kotoran tikus dalam keadaan kering karena debunya bisa terhirup. Gunakan disinfektan atau air sabun untuk membasahi area sebelum dibersihkan.

  4. Simpan Makanan dengan Rapat: Pastikan sumber makanan manusia dan hewan peliharaan tersimpan dalam wadah tertutup rapat.

Masyarakat diharapkan tetap menjalankan aktivitas seperti biasa namun dengan kewaspadaan yang lebih tinggi terhadap kebersihan lingkungan sekitar.*

Pos terkait