Viral Balita Diberi Minum SKM 1 Renteng Sehari dan Kopi, Warganet Naik Darah

Pasang Iklan Murah Meriah

CorongNews – Jagat maya kembali digegerkan oleh aksi seorang ibu yang memicu gelombang kritik pedas. Melalui konten media sosialnya, sang ibu secara terang-terangan menunjukkan pemberian Susu Kental Manis (SKM) dan kopi instan kemasan kepada anaknya yang masih di bawah lima tahun (balita).

Dalam salah satu dokumentasi yang diunggah, tampak seorang balita memegang botol berisi cairan cokelat. Sang ibu berdalih bahwa buah hatinya menolak susu formula dan justru lebih menyukai kopi.

“Emang boleh… balita minum kopi setiap hari moms? Udah berbagi merek susu yang dicoba tetap gak mau minum susu… anaknya gak mau minum susu malah minta kopi,” tulis sang ibu pada keterangan fotonya.

Selain kopi, ia juga memamerkan tumpukan kemasan SKM di sekitar anaknya. Secara mengejutkan, ia mengklaim bahwa satu renteng SKM bisa dihabiskan oleh anaknya hanya dalam waktu sehari.

Bacaan Lainnya

Reaksi Keras Warganet

Unggahan tersebut langsung memicu kemarahan netizen. Banyak yang menilai tindakan sang ibu sebagai bentuk kelalaian dan kurangnya pengetahuan dasar mengenai kesehatan anak.

“Emang anaknya bisa ngomong ya kalo mau kopi? ‘Mak mau kopi?’ Begitukah? Itu mah ibunya aja yang malas cari solusi!” sindir salah satu netizen di kolom komentar.

Warganet lain juga ramai-ramai mengingatkan akan bahaya tersembunyi di balik asupan tersebut, mulai dari tingginya kadar gula hingga efek kafein bagi organ tubuh balita yang masih dalam tahap perkembangan.

Fakta Medis yang Harus Diketahui

Pakar kesehatan secara konsisten memperingatkan bahwa Susu Kental Manis (SKM) bukanlah pengganti susu.

Produk ini sebenarnya adalah sirup dengan kandungan gula mencapai 50% atau lebih, yang jika dikonsumsi rutin oleh balita dapat memicu obesitas dan risiko diabetes di usia dini.

Sementara itu, konsumsi kopi pada balita sangat dilarang karena kafein dapat menimbulkan dampak buruk seperti:

  1. Palpitasi: Detak jantung yang meningkat secara drastis.

  2. Masalah Pertumbuhan: Terganggunya penyerapan kalsium pada tulang.

  3. Gangguan Tidur: Membuat anak gelisah dan sulit beristirahat.

  4. Dehidrasi: Sifat diuretik pada kopi berisiko menguras cairan tubuh anak.

Hingga kini, publik terus mendesak agar ada langkah edukasi yang lebih masif atau tindakan dari otoritas terkait agar pola pengasuhan yang membahayakan kesehatan generasi mendatang seperti ini tidak terulang kembali.*

Pos terkait