Palembang, CorongNews – Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026, Forum K3 Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) Kementerian Ketenagakerjaan menggelar seminar hybrid bertajuk “K3 Construction and Building”. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring dan daring di PT PLN UID S2JB Palembang, Sabtu (07/02/2026).
Penyelenggaraan seminar tersebut sejalan dengan tema Bulan K3 Nasional 2026 yang ditetapkan pemerintah, yakni “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional”. Tema ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, pekerja, dan masyarakat dalam membangun sistem keselamatan dan kesehatan kerja yang berkelanjutan.
Seminar menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang keahlian, antara lain Dr(c) Agita Diora Fitri, S.Kom, MKKK, HIU, M. Arham Ginting, ST, Dwi Pebriani, Sumarjono Saragih, Ir. Sahadi, Lulu Gloria, S.KM, M.KM, Dr. Maksuk, SKM, MKM, serta Eko Sumantri, SE, M.Si. Para pembicara membahas berbagai aspek penerapan K3, khususnya di sektor konstruksi dan bangunan yang dikenal memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja cukup tinggi.
Materi yang disampaikan mencakup penguatan manajemen risiko, penerapan standar K3 di lapangan, hingga pentingnya membangun budaya keselamatan kerja sejak tahap perencanaan proyek. Diskusi juga menyoroti perlunya pendekatan K3 yang adaptif terhadap dinamika dunia kerja, baik di sektor formal maupun nonformal.
Ketua Serikat Pekerja Serabutan (Sepeser) Sumatera Selatan, Miftahul Firdaus (Avir), menekankan bahwa peringatan Bulan K3 tidak boleh dimaknai sebatas agenda seremonial. Menurutnya, keselamatan dan kesehatan kerja harus menjadi nilai yang hidup dalam keseharian masyarakat.
“Bulan K3 adalah pengingat bahwa keselamatan dan kesehatan kerja bukan sekadar aturan normatif, tapi budaya keselamatan yang harus menjadi gerakan bersama, atau minimal civil society movement,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemahaman K3 seharusnya melekat dalam setiap aktivitas manusia. “Dalam setiap gerak hidup manusia butuh pemahaman dan keahlian kesehatan dan keselamatan kerja. Merumuskan kemudian merekomendasikan stakeholder yang ada, khususnya konsep K3 makro dan konsep K3 mikro, baik di sektor kerja formal ataupun kerja nonformal,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Forum K3 Sumbagsel berharap dapat meningkatkan kesadaran serta komitmen seluruh pihak dalam menerapkan K3 secara konsisten. Upaya tersebut dinilai penting untuk menekan angka kecelakaan kerja sekaligus mendukung produktivitas nasional yang aman dan berkelanjutan.*
V)








