Madura | CorongNews – Kabar bahagia menyelimuti keluarga besar mendiang Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), seiring dengan pernikahan putri bungsunya, Inayah Wulandari Wahid. Pada 5 April 2026, perempuan berusia 43 tahun ini resmi dipersunting oleh KH Muhammad Shalahuddin A Warits, atau yang karib disapa Ra Mamak.
Prosesi akad nikah yang penuh khidmat tersebut diselenggarakan di lingkungan Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Raya, Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Melalui akun Instagram pribadinya, Inayah membagikan potret kebahagiaan mereka dengan busana pengantin bernuansa putih yang elegan.
Berita gembira ini pun disambut hangat oleh warganet. Unggahan Inayah dibanjiri ucapan selamat dan doa tulus.
“Akhirnya mbak @inayawahid ktemu jodoh nya … Puji Tuhan, nderek bingah mbak Inayah idolaku …,” tulis salah satu pengikutnya.
Tak ketinggalan, komentar lain turut mendoakan, “Selamat menempuh hidup baru idolaku Ning Inaya. semoga Tuhan memberkati kalian.”
Profil Singkat Ra Mamak
Sosok pendamping hidup Inayah, Ra Mamak, merupakan seorang kiai pengasuh di Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Raya.
Pria kelahiran 16 April 1982 ini memiliki latar belakang akademis yang mumpuni sebagai dosen tetap di Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) sejak 2015.
Di lingkungan pesantren dan masyarakat luas, ia dikenal sebagai figur intelektual yang menguasai tiga bahasa asing: Inggris, Arab, dan Prancis.
Gelar kehormatan ‘Lora’ yang melekat pada dirinya pun mencerminkan kedudukan istimewa sebagai putra dari seorang kiai yang dihormati.
Pernikahan ini tidak hanya menjadi lembaran baru bagi Inayah setelah penantian panjangnya, tetapi juga menjadi momen yang dinanti publik.
Mengingat Inayah adalah putri dari tokoh besar bangsa yang dikenal sebagai Bapak Pluralisme, persatuan antara keluarga Gus Dur dan lingkungan pesantren besar di Madura ini membawa kesan tersendiri bagi masyarakat luas.*








