Kondisi Terkini dan Penanganan Medis Andrie Yunus; Paling Parah di Bagian Mata

Aktivis KontraS Andrie Yunus
Pasang Iklan Murah Meriah

Jakarta | CorongNews – Mata kanan Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, menjadi area yang paling serius terdampak penyiraman air keras. Berdasarkan informasi dari akun Instagram KontraS pada Sabtu (14/3/26), Andrie saat ini mendapatkan penanganan khusus dari dokter spesialis bedah mata.

Pihak KontraS menjelaskan detail medisnya melalui akun @kontras_update pada Minggu (15/3/26),

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Andrie Yunus mengalami luka bakar sekitar 24 persen pada tubuhnya akibat reaksi inflamasi dari cairan keras yang mengenai kulit. Luka terdapat pada wajah (terutama sisi kanan), mata kanan, kedua tangan dan dada.”

Mereka juga menambahkan bahwa,

Bacaan Lainnya

“Kondisi paling serius berada pada mata kanan yang saat ini mendapatkan penanganan khusus dari dokter spesialis bedah mata.”

Saat ini, Andrie masih menjalani perawatan intensif dalam kondisi steril untuk mendukung proses pemulihan. KontraS pun mengimbau publik agar memberikan kepercayaan penuh kepada tenaga medis serta memberi ruang bagi pihak keluarga agar dapat fokus mendampingi korban.

“Kami juga berharap masyarakat tetap mengawal proses hukum agar kasus ini diusut tuntas dan pelaku diproses sesuai ketentuan hukum, tulis KontraS dalam pernyataan resminya.

Peristiwa tragis ini menimpa Andrie pada Kamis (12/3) sekitar pukul 23.00 WIB, tepat setelah ia menyelesaikan perekaman siniar (podcast) bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di Kantor YLBHI. Guna menjamin keamanannya, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) telah memberikan perlindungan darurat.

Di bawah arahan Wakil Ketua LPSK, Sri Suparyati, tim telah mengambil langkah strategis dengan berkoordinasi langsung bersama pihak RSCM untuk memastikan perawatan medis berjalan optimal serta menjalin komunikasi intensif dengan Badan Pekerja KontraS.

Selain memberikan pengamanan fisik yang melekat melalui petugas pengawal khusus, LPSK juga melakukan asesmen awal bersama pihak keluarga guna mengidentifikasi kebutuhan perlindungan lanjutan bagi Andrie ke depannya.*

Pos terkait