Amerika vs China Memanas, Eropa Ikuti Trumph Tinggalkan China

Pasang Iklan Murah Meriah

Palembang, CorongNews – Langkah Amerika Serikat (AS) dalam membatasi pengaruh teknologi China tampaknya mulai membuahkan hasil. Setelah sejak 2022 memblokir penggunaan peralatan telekomunikasi dari Huawei dan ZTE, Washington secara aktif mendorong negara-negara sekutunya melakukan kebijakan serupa. Kini, Uni Eropa dilaporkan mulai bergerak ke arah yang sama.

Menurut laporan Financial Times, Uni Eropa tengah menyiapkan langkah untuk menyingkirkan peralatan buatan China dari sektor-sektor strategis. Kebijakan ini berpotensi membatasi bahkan menghapus penggunaan teknologi Huawei dan ZTE dari infrastruktur kritis, termasuk jaringan telekomunikasi dan sistem energi surya di kawasan Eropa.

Proposal Keamanan Siber Uni Eropa Makin Ketat

Mengutip laporan Reuters pada Selasa (20/1/2026), rezim regulasi Uni Eropa saat ini sebenarnya masih bersifat sukarela dalam membatasi vendor yang dianggap “berisiko tinggi”, termasuk perusahaan teknologi asal China. Namun, kondisi itu diperkirakan akan segera berubah.

Sumber internal yang tidak disebutkan namanya menyebutkan bahwa proposal keamanan siber terbaru Uni Eropa akan mendorong kebijakan yang lebih mengikat. Artinya, negara-negara anggota kemungkinan akan diwajibkan mengambil langkah konkret untuk membatasi atau memblokir Huawei dan ZTE dari jaringan strategis mereka.

Bacaan Lainnya

Proposal tersebut dijadwalkan akan dipublikasikan pada pekan ini dan berpotensi menjadi titik balik sikap Eropa terhadap teknologi China.

Jerman dan Spanyol Sempat Menolak

Sebelumnya, tidak semua negara Eropa sepakat dengan langkah keras tersebut. Beberapa negara besar seperti Jerman dan Spanyol diketahui sempat enggan membatasi penggunaan peralatan Huawei dan ZTE, terutama karena faktor biaya, ketergantungan teknologi, serta minimnya alternatif pemasok yang sebanding.

Namun, dengan meningkatnya kekhawatiran terhadap risiko keamanan nasional dan tekanan geopolitik, sikap negara-negara tersebut kini mulai berubah.

Penghapusan Bertahap, Tergantung Tingkat Risiko

Menurut Financial Times, penghapusan peralatan China dari infrastruktur kritis Uni Eropa akan dilakukan secara bertahap. Jadwal dan cakupannya akan bergantung pada:

  • Tingkat risiko keamanan di masing-masing negara
  • Biaya penggantian infrastruktur
  • Ketersediaan vendor alternatif non-China

Sektor-sektor strategis seperti jaringan telekomunikasi dan energi menjadi fokus utama karena dinilai memiliki dampak besar terhadap keamanan nasional dan stabilitas ekonomi kawasan.

Respons Masih Minim dari Pihak Terkait

Hingga kini, Reuters melaporkan belum dapat memverifikasi secara independen detail kebijakan tersebut. Komisi Eropa, Kementerian Perdagangan China, serta pihak Huawei dan ZTE juga belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar.

Minimnya respons ini menambah spekulasi pasar mengenai dampak jangka panjang kebijakan tersebut, baik bagi industri teknologi Eropa maupun perusahaan China.

Masa Depan Investasi Huawei di Eropa Dipertanyakan

Tekanan terhadap Huawei di Eropa sebenarnya sudah terasa sejak tahun lalu. Pada Desember 2025, Reuters melaporkan bahwa Huawei tengah meninjau ulang masa depan pabrik barunya di Prancis selatan, yang baru saja rampung dibangun.

Keputusan tersebut diambil di tengah meningkatnya sikap keras sejumlah pemerintah Eropa terhadap teknologi China, serta lambatnya peluncuran jaringan 5G di kawasan tersebut.

Langkah Uni Eropa yang mengikuti jejak Amerika Serikat menandai babak baru dalam persaingan teknologi global. Jika kebijakan ini benar-benar diterapkan, maka Huawei dan ZTE berpotensi kehilangan pangsa pasar besar di Eropa, sekaligus memperdalam ketegangan geopolitik antara Barat dan China.

Ke depan, dunia akan menyaksikan apakah Uni Eropa mampu menyeimbangkan kepentingan keamanan nasional dengan kebutuhan teknologi dan ekonomi di era digital yang kian kompleks.*

V)

Pos terkait