Manohara Kembali Buka-bukaan! Ungkap Dugaan Praktik Ilmu Hitam Sang Ibu

Manohara Odelia Pinot
Pasang Iklan Murah Meriah

Palembang, CorongNews – Nama Manohara Odelia Pinot kembali menjadi perbincangan hangat publik. Figur publik yang sempat menghebohkan Tanah Air lewat kisah pernikahannya dengan Pangeran Kelantan Tengku Fakhry ini membuat pengakuan mengejutkan terkait masa lalunya. Melalui media sosial, Manohara membongkar dugaan praktik ilmu hitam yang disebut-sebut dilakukan oleh ibu kandungnya sendiri, Daisy Fajarina.

Pernyataan tersebut langsung menyita perhatian warganet, terlebih karena dikaitkan dengan perjalanan hidup Manohara yang penuh kontroversi dan trauma sejak usia belia.

Manohara Sebut Ibu Rela Lakukan Apa Pun Demi Status Sosial

Dalam unggahan Instagram Story, Manohara mengungkap bahwa ibunya diduga terobsesi untuk menjadi orang kaya dan terpandang di masyarakat. Demi ambisi tersebut, sang ibu disebut rela menempuh jalan apa pun, termasuk mendatangi dukun dan menjalani ritual yang menurut Manohara tergolong sebagai ilmu hitam.

Manohara menuturkan bahwa ambisi itulah yang kemudian menyeretnya ke dalam situasi kelam, termasuk keputusan sang ibu yang diduga “menjual” dirinya dalam pernikahan dengan Pangeran Kelantan saat ia masih berusia 15 tahun.

Bacaan Lainnya

Menurut Manohara, semua itu dilakukan demi uang dan citra keberhasilan di mata publik.

Dibawa ke Banyak Dukun Sejak Kecil

Pengakuan Manohara semakin mengejutkan ketika ia menceritakan pengalaman masa kecilnya. Ia mengklaim sering dibawa ke berbagai tempat dan menemui banyak dukun, khususnya di wilayah Sukabumi dan Bogor. Sang ibu, kata Manohara, percaya bahwa ada “sesuatu yang jahat” dalam dirinya yang membuatnya sulit diatur.

Alih-alih dipahami sebagai anak dengan pemikiran dan kepribadian sendiri, Manohara justru dianggap kerasukan. Hal inilah yang membuatnya dipaksa menjalani berbagai ritual yang ia sebut sangat menakutkan.

Trauma Ritual dan Penolakan Manohara

Manohara mengaku dipaksa meminum air ritual, mandi dengan minyak tertentu, hingga menjalani praktik-praktik yang membingungkan dan traumatis. Ia menolak banyak ritual tersebut karena meyakini apa yang dilakukan sang ibu adalah tindakan sesat.

Pengalaman itu, menurut Manohara, membekas hingga ia dewasa dan menjadi salah satu luka terbesar dalam hidupnya.

“Aku bahkan kesulitan menyebutnya ibuku, karena tindakannya bertentangan dengan setiap definisi kemanusiaan tentang bagaimana seharusnya seorang ibu,” ungkap Manohara.

Tegaskan Tidak Ada Kaitannya dengan Agama

Dalam pernyataannya, Manohara juga menegaskan bahwa praktik yang ia alami tidak ada hubungannya dengan ajaran Islam. Ia menilai ilmu hitam justru bertentangan dengan nilai agama apa pun.

Manohara menyebutkan bahwa banyak teman Muslimnya tidak pernah melakukan atau mempercayai praktik serupa. Ia menekankan bahwa kasus ini adalah soal pelecehan dan kontrol, bukan persoalan agama.

Keputusan Cut Off Ibu Kandung

Hubungan ibu dan anak antara Manohara dan Daisy Fajarina memang menjadi sorotan publik dalam beberapa waktu terakhir. Manohara secara terbuka mengaku telah mengambil keputusan besar untuk memutus hubungan dengan sang ibu demi kesehatan mental dan masa depan yang lebih baik.

Ia merasa kehadiran sang ibu justru membawa lebih banyak dampak negatif dalam hidupnya, termasuk trauma mendalam akibat pernikahan di usia remaja.

Pernikahan dengan Pangeran Kelantan Disebut Tidak Sah

Manohara dengan tegas menyatakan bahwa pernikahannya dengan Pangeran Kelantan Tengku Fakhry tidak dilandasi cinta dan terjadi di bawah tekanan. Oleh karena itu, ia menilai pernikahan tersebut tidak sah secara moral karena dilakukan tanpa persetujuan penuh dari dirinya.

Pengakuan ini kembali membuka luka lama sekaligus menjadi refleksi penting tentang isu pernikahan dini, kekerasan psikologis, dan eksploitasi anak.

Kisah Manohara Odelia Pinot menjadi pengingat bahwa trauma masa lalu bisa terus menghantui hingga dewasa. Keberaniannya berbicara di ruang publik menuai beragam respons, namun juga membuka diskusi penting tentang perlindungan anak, relasi orang tua dan anak, serta dampak ambisi yang berlebihan.

Publik kini menantikan bagaimana kelanjutan kisah ini, sekaligus berharap Manohara dapat menemukan ketenangan dan kehidupan yang lebih sehat ke depannya.*

V)

Pos terkait