Palembang | CorongNews – DPD PDI Perjuangan Sumatera Selatan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Membangun Soliditas dan Kekuatan Bersama melalui Pembentukan Serikat Buruh” pada Jumat, (10/4/26). Bertempat di Kantor DPD PDI Perjuangan Sumsel, forum ini bertujuan membedah langkah-langkah pembentukan serikat buruh yang legal, demokratis, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran petinggi DPD PDI Perjuangan Sumsel, di antaranya Bendahara Made Indrawan, Wakil Sekretaris Internal Ferdian Andreas Laconi, serta para Wakil Bidang seperti Susanto Adjis (Politik), Miftahul Firdaus (Ideologi dan Kaderisasi), dan Tun Teja (Kebudayaan dan Pendidikan). Turut hadir pula perwakilan Wakabid Ideologi dan Kaderisasi dari 17 DPC se-Sumatera Selatan.
Langkah Awal Konsolidasi
Bendahara PDI Perjuangan Sumsel, Made Indrawan menegaskan bahwa FGD ini merupakan langkah strategis partai untuk hadir di tengah-tengah kaum pekerja secara terstruktur.
“FGD ini diharapkan menjadi langkah awal konsolidasi dan penyusunan rencana pembentukan serikat buruh secara sah dan terstruktur,” ujar Made.
Senada dengan hal tersebut, forum ini juga menggarisbawahi ajaran Bung Karno mengenai Marhaenisme.
Dalam diskusi terungkap bahwa Marhaen bukan hanya tentang petani, melainkan juga mencakup kaum buruh. Sebagai partai yang identik dengan “Wong Cilik”, PDI Perjuangan berkomitmen merebut suara di basis buruh melalui gerakan sistematis dan penanaman ideologi yang kuat.
Analisis Data dan Urgensi Lapangan
Dalam pokok bahasan diskusi, dipaparkan data bahwa terdapat sekitar 5.500 perusahaan di Sumatera Selatan dengan jumlah pekerja mencapai ± 500.000 orang.
Saat ini, telah tercatat sekitar 200 jenis serikat buruh/pekerja. Besarnya potensi ini menjadi alasan kuat bagi DPD PDI Perjuangan Sumsel untuk memperluas posisi suara dan membangun persepsi positif di mata konstituen buruh.
Hadir sebagai narasumber, praktisi hukum ketenagakerjaan sekaligus Ketua DPC IKADIN Palembang, Andre Macan, memaparkan prosedur dan aspek legalitas pembentukan serikat.
Target dan Rencana Tindak Lanjut
Melalui FGD ini, DPD PDI Perjuangan Sumsel menargetkan beberapa output nyata, di antaranya:
Membentuk satu wadah Serikat Buruh (SB) bagi kader PDI Perjuangan Sumsel yang juga membuka diri bagi pihak eksternal.
Membuka ruang diskusi rutin mengenai isu ketenagakerjaan di kantor DPC masing-masing yang dimotori oleh Wakabid Ideologi dan Kaderisasi.
Menambah basis suara konstituen di lingkungan buruh/pekerja.
Sebagai langkah konkret jangka pendek, partai berencana mengadakan pelatihan kerja bagi para buruh menjelang peringatan Hari Buruh.
“Diharapkan di tanggal 1 Mei 2026 nanti, kita dapat melakukan kegiatan pendidikan dan pelatihan untuk buruh dan pekerja,” ungkap perwakilan penyelenggara.
Semangat ini merujuk pada pesan historis Bung Karno yang menekankan bahwa 1 Mei bukan sekadar menuntut jam kerja, melainkan simbol perjuangan keadilan sosial, harkat, dan martabat manusia menuju masyarakat yang adil dan makmur.*








