Jadi Sorotan ! Mahasiswa Asal Indonesia yang Terlibat Dalam Riset Vaksin AstraZeneca

oleh -47 views
foto : Indra Rudiansyah

corongnews.com –

Di balik vaksin COVID-19 AstraZeneca, ternyata ada Warga Negara Indonesia yang terlibat di pengembangannya. Hal itu terungkap dengan beredarnya postingan lama laman LPDP Kementerian Keuangan RI di Facebook. Postingan itu menyatakan bahwa salah satu penerima beasiswa doktoral LPDP, Indra Rudiansyah, menjadi bagian dari tim pengambangan vaksin COVID-19.

Menurut postingan yang diunggah pada Juli 2020 itu, Indra berperan dalam tahapan uji klinis. Tugasnya, memantau apakah vaksin COVID-19 AstraZeneca memberikan respon antibody yang diharapkan terhadap para sukarelawan. Seperti yang sudah diketahui, AstraZeneca terbukti memberikan respon yang diharapkan.

“Semenjak bergabung pada awal Mei 2020, Indra telah menghabiskan waktu rata-rata 10 di laboratorium setiap harinya,” ujar postingan LPDP di laman Facebooknya.

Keterlibatan Indra dalam tim pengembangan vaksin AstraZeneca tak lepas dari statusnya sebagai mahasiswa Universitas Oxford. Vaksin tersebut, seperti diberitakan sebelumnya, adalah produk yang dikembangkan Universitas Oxford bersama perusahaan farmasi AstraZeneca.

Indra sendiri tidak bekerja sendirian. Ia adalah bagian dari tim yang berisi ratusan peneliti mengingat besarnya harapan terhadap vaksin tersebut.

“Ada ratusan peneliti yang bekerja. Sumber daya yang besar ini bertujuan agar vaksin bisa segera dikembangkan dengan cepat.”

“Biasanya, untuk mendapatkan data uji klinis vaksin fase pertama dibutuhkan waktu hingga lima tahun. Tapi, tim ini bisa menyelesaikannya dalam waktu enam bulan,” ujar Indra yang juga sempat menjadi peneliti pada perusahaan BUMN yang bergerak di bidang farmasi.

Terakhir kali Indonesia menerima vaksin AstraZeneca adalah Jumat kemarin, 16 Juli 2021. Pemerintah Indonesia mendapat 1.041.400 vaksin AstraZeneca. Apabila menghitung semua produk vaksin COVID-19, Indonesia telah menerima total 141.315.880 vaksin.

Kedatangan vaksin AstraZeneca pada Jumat kemarin adalah bagian dari perjanjian bilateral antara AstraZeneca dengan pemerintah Indonesia. AstraZeneca menjanjikan pengiriman 50 juta dosis vaksin langsung kepada Indonesia. (tempo.co)