Corongnews.com ~ Mengakibatkan kehebohan di media sosial gegara terekam kamera Google Street View dalam kondisi tanpa busana dan menjadi bahan olokan, pria di Argentina ini akhirnya menggugat Google. Alhasil, ia pun mendapat kompensasi sekitar 12.500 dollar AS atau Rp 206 juta.
Pengadilan menyatakan bahwa Google melanggar privasi dan martabat pria tersebut karena merekam pria tersebut dari belakang dalam keadaan telanjang. Itu terjadi pada tahun 2017 silam.
Dilansir dari CBS News, saat itu, pria yang tidak disebutkan namanya ini sedang berada di taman pribadi di rumahnya, di Bragado, Buenos Aires.
Memang saat itu, pria tersebut tidak memakai penutup badan sehelai benang pun. Lalu, di waktu bersamaan, kendaraan Google Street View pun melintas. Kamera secara tidak sengaja menangkap foto pria itu dari belakang.
Bahkan, dalam foto yang terekam Google Street View, tercantum pula nomor rumah dan nama jalan rumah pria itu. Foto “tidak sengaja” tersebut kemudian tersebar luas di internet dan media nasional. Hingga 2019, pria tersebut sudah muak atau tidak tahan karena dipermalukan tetangga, diejek rekan kerja, dan menjadi sasaran perhatian yang tidak diinginkan.
Dikutip dari VN Express, Minggu (27/7/2025), pria yang berprofesi sebagai polisi itu pun menggugat Google atas pelanggaran privasi. Pengadilan tingkat pertama sempat menolak gugatan dengan menyalahkan pria itu lantaran berada di luar ruangan dalam kondisi tidak pantas.
Padahal, saat terekam pada kamera Google Street View, pria itu sebetulnya berada di balik tembok setinggi dua meter.
Pengadilan banding akhirnya membatalkan keputusan tersebut dengan menegaskan bahwa gambar itu diambil dari ruang privat dan merupakan pelanggaran privasi yang nyata.
“Ini melibatkan gambar seseorang yang tidak diambil di ruang publik, melainkan di dalam rumah mereka, di balik pagar yang lebih tinggi daripada rata-rata orang. Pelanggaran privasi ini, sangat nyata,” kata hakim. Para hakim menyatakan bahwa tak seorang pun ingin terlihat seperti “bayi baru lahir di hadapan dunia.”
“Tidak ada keraguan bahwa dalam kasus ini terdapat gangguan sewenang-wenang terhadap kehidupan orang lain,” lanjut dia.
Mereka juga menyoroti bahwa seluruh tubuh pria tersebut terlihat dan seharusnya gambar itu ditandai dan diburamkan sesuai kebijakan Google. Google juga dikenai denda tambahan sebesar 100.000 peso Argentina (sekitar Rp 1,2 juta) per hari jika gambar itu tidak segera dihapus dari internet. **(V)








