Gaza | CorongNews – Media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh sebuah siaran langsung (livestream) yang memperlihatkan percakapan antara kreator konten asal Amerika Serikat, Jeff Davidson, dengan seorang pria yang mengaku sebagai anggota militer Israel (IDF) dan menyatakan dirinya tengah berada di Jalur Gaza.
Rekaman tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak setelah pria itu secara terbuka menggambarkan kondisi kehancuran di wilayah tersebut. Ia juga melontarkan pernyataan yang memicu kontroversi terkait dugaan pembunuhan warga sipil dan kekerasan seksual.
Mengutip laporan dari Palestine Chronicle, video itu menyebar luas di tengah berlanjutnya operasi militer Israel di Gaza. Sejumlah organisasi internasional sebelumnya juga telah melaporkan kerusakan besar serta tingginya korban jiwa dari kalangan sipil akibat konflik yang berlangsung.
Luluh Lantak Tak Bersisa
Percakapan bermula ketika Davidson menanyakan identitas serta afiliasi militer pria tersebut melalui platform TikTok. Pria itu mengaku sebagai tentara Israel yang sedang menjalankan tugas di Gaza.
Saat diminta memperlihatkan kondisi sekitar, ia mengarahkan kameranya ke luar dan menunjukkan area yang dipenuhi puing. Ia menggambarkan wilayah tersebut telah luluh lantak tanpa bangunan yang tersisa.
Ketika Davidson memastikan apakah pasukannya yang meratakan kawasan itu, pria tersebut menjawab tegas bahwa hal itu memang dilakukan.
Gambaran tersebut selaras dengan citra satelit dan foto udara yang beredar, yang memperlihatkan sejumlah lingkungan di Gaza berubah menjadi puing-puing. Situasi itu dilaporkan memaksa ratusan ribu warga mengungsi demi keselamatan.
Akui Bunuh Anak Anak dan Memperkosa
Ketegangan dalam dialog meningkat ketika Davidson menuduh pria tersebut terlibat dalam pembunuhan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Tuduhan itu dijawab tanpa penyangkalan yang jelas.
Walau telah diingatkan bahwa percakapan tersebut disiarkan secara publik dan disaksikan banyak orang, pria itu tampak tidak menunjukkan kekhawatiran.
Kontroversi semakin memuncak saat ia melontarkan klaim mengenai tindakan kekerasan seksual yang disebutnya dilakukan oleh pasukannya. Ucapan tersebut memicu reaksi keras dari warganet dan pegiat hak asasi manusia.
Davidson kemudian memperingatkan bahwa pernyataan semacam itu dapat memicu kemarahan publik, termasuk di Amerika Serikat. Namun, pria tersebut menanggapi dengan sikap acuh tak acuh.
Desakan Penyelidikan Independen
Viralnya rekaman ini kembali memunculkan tuntutan agar dilakukan penyelidikan internasional yang independen dan transparan. Sejumlah aktivis menyebut insiden tersebut sebagai indikasi adanya budaya impunitas yang memungkinkan dugaan pelanggaran hak asasi manusia terus terjadi di wilayah Palestina.
Dalam laporan tahunannya, Human Rights Watch (HRW) sebelumnya menuding Israel melakukan berbagai pelanggaran serius, termasuk dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan sepanjang 2025.
HRW menyebut skala pelanggaran yang terjadi sebagai salah satu yang paling signifikan dalam sejarah modern konflik Israel–Palestina.
Sampai laporan ini dibuat, pihak militer Israel maupun otoritas terkait belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai identitas pria yang muncul dalam video tersebut maupun isi percakapannya.*
v)








