SpaceX Perluas Bisnis Starlink, Layanan Internet Langsung ke Smartphone

Pasang Iklan Murah Meriah

CorongNews – Perusahaan antariksa SpaceX milik Elon Musk dikabarkan tengah menjajaki perluasan bisnis ke pasar ponsel pintar melalui lini Starlink. Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk memperbesar sumber pendapatan Starlink dengan masuk ke segmen baru, termasuk perangkat seluler yang terhubung langsung ke satelit.

Sejumlah sumber yang mengetahui rencana tersebut menyebutkan bahwa SpaceX melihat peluang besar dari layanan internet langsung ke perangkat (direct-to-device).

“SpaceX memiliki rencana untuk bisnis Starlink untuk menghasilkan pendapatan, yang dapat diperluas ke pasar baru, termasuk HP Starlink, internet langsung ke perangkat, dan layanan pelacakan ruang angkasa,” ujar salah satu sumber, dikutip dari Reuters, Kamis (5/2/26).

Starlink dan SpaceX diketahui berada di bawah kendali Elon Musk. Perusahaan juga disebut-sebut tengah mempersiapkan rencana penawaran saham perdana (IPO) yang paling cepat dapat dilakukan pada Juni mendatang.

Bacaan Lainnya

SpaceX sendiri merupakan perusahaan kedirgantaraan asal Amerika Serikat yang berdiri pada 6 Mei 2002 dan bermarkas di Hawthorne, California. Perusahaan ini dikenal sebagai pelopor roket yang dapat digunakan ulang serta penyedia layanan internet satelit global melalui Starlink.

Starlink mengoperasikan ribuan satelit di orbit rendah Bumi (low earth orbit/LEO) untuk menghadirkan akses internet berkecepatan tinggi, khususnya di wilayah terpencil. Belakangan, Elon Musk juga menggabungkan SpaceX dengan perusahaan kecerdasan buatan xAI, yang memunculkan spekulasi rencana jangka panjang membangun pusat data di luar angkasa.

Terkait rencana ponsel, tiga sumber menyebut SpaceX mempertimbangkan pengembangan perangkat yang terhubung langsung dengan konstelasi satelit Starlink dan berpotensi menyaingi smartphone konvensional.

“Rencana itu termasuk membuat ponsel yang terhubung ke konstelasi internet satelit Starlink yang dapat menyaingi smartphone,” kata mereka.

Meski demikian, hingga kini belum ada kejelasan mengenai desain perangkat maupun jadwal pengembangannya. Dalam beberapa tahun terakhir, Starlink lebih dulu menggandeng operator seluler seperti T-Mobile untuk menghadirkan layanan internet satelit langsung ke gawai, sebuah pendekatan yang berbeda dibandingkan memproduksi ponsel sendiri.

“SpaceX telah memiliki rencana memproduksi ponsel selama bertahun-tahun,” ujar salah satu sumber. Namun perusahaan belum memberikan tanggapan resmi atas kabar tersebut.

Elon Musk sempat menanggapi pertanyaan pengguna platform X terkait kemungkinan hadirnya ponsel Starlink.

“Bukan hal yang mustahil suatu saat nanti,” kata Musk. Ia menambahkan bahwa perangkat tersebut, jika dikembangkan, akan sangat berbeda dari ponsel saat ini.

“Dioptimalkan murni untuk menjalankan jaringan saraf berkinerja/watt maksimal,” ujarnya, merujuk pada komputasi AI.

Namun, Musk juga memberikan pernyataan berbeda ketika menanggapi unggahan yang membagikan laporan Reuters.

“Kami tidak mengembangkan ponsel,” tulis Musk singkat.

Di sisi lain, Starlink saat ini menjadi mesin keuntungan utama bagi SpaceX. Tahun lalu, perusahaan disebut meraih laba sekitar US$8 miliar dari pendapatan US$15 miliar hingga US$16 miliar. Starlink diperkirakan menyumbang sekitar 50% hingga 80% dari total pendapatan SpaceX.

Investasi terbesar SpaceX di sektor komunikasi seluler tercatat pada tahun lalu melalui pembelian spektrum satelit senilai US$19,6 miliar dari EchoStar. Meski langkah tersebut dipandang sebagian pihak sebagai ancaman bagi operator jaringan seluler besar seperti Verizon dan AT&T, SpaceX sejauh ini memposisikan Starlink sebagai pelengkap, bukan pesaing langsung.

Presiden Summit Ridge Group, Armand Musey, menilai pengembangan ponsel oleh SpaceX akan menghadapi tantangan besar.

“Kemungkinan akan sulit bagi Starlink untuk membuat telepon dan bersaing dengan MNO—MNO lain akan menghindari penggunaannya,” kata Musey.

“Ini seperti GM membuat ban mobil dan mencoba menjualnya ke produsen mobil lain.”

Saat ini SpaceX tercatat sebagai operator satelit terbesar di dunia dengan lebih dari sembilan juta pengguna layanan internet broadband. Perusahaan juga memiliki sejumlah kontrak pemerintah, termasuk untuk jaringan satelit militer Starshield.

Jika SpaceX benar-benar memproduksi perangkat seluler, langkah tersebut akan menjadi ekspansi signifikan dari ekosistem Starlink. Hingga kini, Starlink telah mengoperasikan sekitar 9.500 satelit dalam kurun enam tahun, termasuk sekitar 650 satelit yang didedikasikan untuk layanan direct-to-device.

Dalam unggahan di blog SpaceX pada Senin (2/2/26), Elon Musk menyebut tujuan utama layanan ini adalah menyediakan konektivitas internet di mana pun di Bumi. Pengembangan tersebut sangat bergantung pada roket Starship yang dirancang untuk meluncurkan satelit Starlink generasi baru dengan kapasitas jauh lebih besar.

Musk menyatakan setiap peluncuran Starship yang membawa satelit Starlink berpotensi meningkatkan kapasitas konstelasi hingga lebih dari 20 kali lipat. Meski pasarnya masih relatif baru, analis memperkirakan layanan direct-to-device bernilai miliaran dolar dalam beberapa tahun ke depan.

Pada Oktober 2025, SpaceX tercatat mengajukan merek dagang “Starlink Mobile”. Tahun ini, perusahaan juga mengajukan paten teknologi untuk meningkatkan kemampuan Starlink terhubung dengan perangkat kecil dan bergerak di darat, tidak terbatas pada terminal pengguna konvensional.*

V)

Pos terkait