Jmail.world Viral, Tampilkan Email Jeffrey Epstein dengan Tampilan Mirip Gmail

Jmail.word Epstein
Pasang Iklan Murah Meriah

CorongNews – Situs Jmail.world tengah menjadi perbincangan luas di internet setelah menampilkan puluh ribu email milik Jeffrey Epstein dalam tampilan yang menyerupai layanan Gmail. Berbeda dengan dokumen mentah yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat (Department of Justice/DOJ), Jmail.world menyajikan korespondensi tersebut dalam format yang lebih mudah dibaca dan ditelusuri oleh publik.

Platform ini dikembangkan oleh Riley Walz, seorang seniman internet yang kerap menggarap proyek berbasis teknologi interaktif, bersama Luke Igel, insinyur perangkat lunak sekaligus CEO perusahaan pengeditan video berbasis kecerdasan buatan, Kino. Melalui Jmail.world, email Epstein ditata ulang dengan antarmuka mirip Gmail, lengkap dengan folder seperti Kotak Masuk dan Terkirim, fitur pencarian, serta tampilan percakapan berantai. Pengguna dapat membuka email satu per satu, menelusuri subjek tertentu, hingga melacak komunikasi dari waktu ke waktu.

Untuk mewujudkan hal tersebut, tim Jmail.world memanfaatkan teknologi optical character recognition (OCR) dan alat konversi teks berbasis AI. Teknologi ini digunakan untuk mengubah hasil pemindaian dokumen yang berkualitas rendah menjadi teks digital yang lebih terbaca dan dapat dicari, tanpa menambahkan dokumen baru atau informasi yang belum dipublikasikan secara resmi.

Proyek Jmail muncul menyusul dirilisnya ribuan hingga jutaan dokumen terkait Epstein sebagai bagian dari agenda transparansi berdasarkan hukum Amerika Serikat. Sejumlah lembaga, termasuk Komite Pengawasan Parlemen AS dan DOJ, telah membuka akses terhadap berbagai materi dari arsip Epstein, mulai dari email, catatan pengadilan, hingga gambar dan dokumen pendukung lainnya. Terbaru, DOJ merilis sekitar tiga juta dokumen tambahan.

Bacaan Lainnya

Meski berstatus dokumen publik, materi tersebut sebelumnya tersedia dalam bentuk file terpisah dengan kemampuan pencarian yang terbatas. Luke Igel menyebut banyak email hasil rilis DOJ sulit dibaca karena kualitas pemindaian yang buruk. Hal itu membuat proses penelusuran dan pemahaman isi dokumen menjadi tidak efisien. Melalui Jmail.world, pengguna dapat menelusuri data secara lebih terstruktur, tanpa harus membuka satu per satu file PDF atau teks mentah.

Riley Walz menjelaskan bahwa ide utama Jmail.world adalah menyajikan informasi dalam format yang sudah akrab bagi masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, pengunjung situs dapat menelusuri email layaknya membuka akun Gmail biasa.

“Kami membuat ulang pengalaman Gmail. Pengguna bisa masuk seolah-olah sebagai Epstein dan melihat email-emailnya,” tulis Walz melalui akun X pada November 2025.

Dalam pembaruan terbaru, Walz menyampaikan bahwa timnya tengah memproses hampir satu juta file PDF tambahan yang baru dirilis DOJ. Sekitar sepuluh orang disebut terlibat dalam pengolahan ratusan gigabita dokumen tersebut agar dapat ditampilkan secara sistematis di platform Jmail.world.

Selain email, tim pengembang juga membuat klona layanan lain seperti Google Drive dan Google Photos yang diberi nama Jdrive dan Jphotos. Fitur ini memungkinkan pengunjung mengakses dokumen digital dan foto-foto terkait Epstein dalam tampilan yang lebih terorganisasi. Walz menyebutnya sebagai replika “rol kamera” Epstein untuk memudahkan penelusuran arsip visual.

Pengembangan Jmail.world turut didukung oleh startup Reductoai, yang membantu dalam pemrosesan dan penataan dokumen. Pendiri Reductoai, Adir Abraham, menyebut situs tersebut dikunjungi jutaan pengguna hanya dalam waktu tiga hari sejak diluncurkan. Menurutnya, konsep penyajian data dalam format yang familiar membuat proyek ini dengan cepat menarik perhatian publik dan media.

Pantauan menunjukkan tampilan Jmail.world sangat menyerupai Gmail, lengkap dengan kolom pencarian. Pengguna dapat mengetik kata kunci tertentu—misalnya nama tokoh—untuk menampilkan email-email yang relevan. Selain itu, akses ke Jdrive dan Jphotos juga disediakan untuk memudahkan penelusuran dokumen dan gambar yang berkaitan dengan kasus Epstein.*

V)

Pos terkait