Kenali dan Waspadai TBC Ginjal, Penyakit yang Diderita Almarhum Vokalis Element Lucky Widja

Ilustrasi TBC ginjal
Pasang Iklan Murah Meriah

Palembang, CorongNews – Tuberkulosis (TBC) selama ini dikenal sebagai penyakit yang menyerang paru-paru. Namun, faktanya bakteri penyebab TBC juga bisa menyebar ke organ lain, termasuk ginjal. Kondisi ini dikenal sebagai tuberkulosis ginjal, salah satu bentuk TBC ekstra paru yang kerap luput dari perhatian.

Tuberkulosis ginjal terjadi ketika bakteri Mycobacterium tuberculosis masuk ke jaringan ginjal melalui aliran darah. Penyakit ini dapat berkembang secara perlahan dan baru menunjukkan gejala bertahun-tahun setelah infeksi TBC pertama kali terjadi.

Apa Itu Tuberkulosis Ginjal?

Tuberkulosis ginjal merupakan bagian dari TBC genitourinaria, yakni infeksi TBC yang menyerang sistem kemih. Selain ginjal, bakteri juga dapat menginfeksi kandung kemih, ureter, prostat, testis, hingga organ reproduksi wanita.

Infeksi biasanya bermula dari bagian terluar ginjal (korteks), lalu menyebar ke bagian dalam (medula). Jika tidak ditangani dengan tepat, tuberkulosis ginjal dapat menyebabkan pembengkakan, kerusakan permanen ginjal, hingga gagal ginjal stadium akhir.

Bacaan Lainnya

Gejala Sering Disangka Infeksi Saluran Kemih

Salah satu tantangan terbesar dalam menangani TBC ginjal adalah gejalanya yang tidak khas. Banyak pasien tidak merasakan keluhan pada tahap awal. Ketika gejala muncul, tanda-tandanya sering menyerupai infeksi saluran kemih, seperti:

  • Urine bercampur darah
  • Nyeri atau rasa panas saat buang air kecil
  • Sering buang air kecil, terutama malam hari
  • Nyeri pinggang atau perut bawah
  • Urine mengandung nanah atau protein

Selain itu, penderita juga dapat mengalami gejala umum TBC seperti demam berkepanjangan, penurunan berat badan, keringat malam, batuk, dan mudah lelah.

Dokter biasanya mulai mencurigai TBC ginjal apabila keluhan tidak membaik meski pasien sudah mengonsumsi antibiotik standar.

Penyebab dan Faktor Risiko

Sebagian besar kasus tuberkulosis ginjal berasal dari infeksi TBC paru yang menyebar melalui darah. Proses penyebaran ini bisa terjadi dalam rentang waktu 5 hingga 25 tahun setelah seseorang terinfeksi TBC.

Risiko penyakit ini meningkat pada individu dengan daya tahan tubuh rendah, seperti penderita HIV, diabetes, atau pasien transplantasi organ yang mengonsumsi obat imunosupresan. Dalam kasus tertentu, TBC ginjal juga dilaporkan muncul setelah terapi BCG pada kandung kemih untuk pengobatan kanker.

Komplikasi yang Mengancam Fungsi Ginjal

Jika tidak ditangani, tuberkulosis ginjal dapat memicu berbagai komplikasi serius, antara lain:

  • Hipertensi akibat gangguan ginjal
  • Pembengkakan ginjal (hidronefrosis)
  • Penumpukan kalsium di ginjal
  • Infeksi bernanah yang menyebar
  • Penyempitan saluran kemih
  • Penyusutan kandung kemih
  • Gagal ginjal kronis

Dalam jangka panjang, perubahan jaringan ginjal bahkan berisiko berkembang menjadi kanker.

Cara Dokter Mendiagnosis TBC Ginjal

Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan, mulai dari tes darah dan urine, tes tuberkulin, hingga pemeriksaan pencitraan seperti CT scan, rontgen, atau pyelogram intravena. Diagnosis dini sangat penting untuk mencegah kerusakan ginjal permanen.

Pengobatan Hingga Operasi

Penanganan TBC ginjal umumnya menggunakan kombinasi obat antituberkulosis selama minimal enam bulan. Pada kasus TBC resisten obat atau pasien dengan HIV, durasi dan jenis obat dapat disesuaikan.

Jika infeksi sudah menimbulkan komplikasi berat pada ginjal atau saluran kemih, tindakan operasi seperti pelebaran saluran kemih atau pengangkatan sebagian ginjal mungkin diperlukan.

Pentingnya Waspada Gejala

Tuberkulosis ginjal memang jarang dibahas, namun dampaknya sangat serius. Masyarakat yang memiliki riwayat TBC dan mengalami gangguan buang air kecil disarankan segera memeriksakan diri ke dokter.

Deteksi dan pengobatan sejak dini menjadi kunci utama untuk mencegah komplikasi serta menjaga fungsi ginjal tetap optimal.*

V)

Pos terkait