Tangerang | CorongNews – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, menegaskan bahwa seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai dapur utama program Makan Bergizi Gratis (MBG) diwajibkan untuk aktif menggunakan media sosial.
Platform tersebut tidak boleh hanya berisi dokumentasi menu harian, tetapi juga harus memuat rincian harga bahan baku secara transparan.
Instruksi ini disampaikan Sony saat menghadiri Bimbingan Teknis Penjamah Makanan Program MBG dan Percepatan Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) di Tangerang.
Kegiatan ini melibatkan 400 peserta yang terdiri dari perwakilan SPPG, relawan, serta mitra yayasan yang bergerak dalam penyaluran program MBG.
“Jadi SPPG wajib menginformasikan hari ini menunya apa, kandungan, gizinya termasuk harganya berapa. Misalkan hari ini nasi, kemudian ayam teriyaki, lalu steam wortel dan buncis, buahnya pisang, nah Itu harus ada harganya,” ujar Sony dalam keterangannya dikutip Kompas, Minggu (8/3/26).
Sony mengajak masyarakat untuk turut serta memantau pelaksanaan program di lapangan agar sesuai dengan fakta yang ada. Ia menekankan pentingnya akurasi antara menu yang tersaji dengan nominal harga yang dipublikasikan.
“Misalkan pisang, pisang itu berapa? Misalkan Rp 1.500 satu biji pisang ya, satu,” ucapnya.
Sony menambahkan, jika masyarakat menemukan ketidaksesuaian antara kenyataan di lapangan dengan informasi yang dibagikan, mereka dipersilakan untuk melayangkan protes langsung melalui kanal media sosial masing-masing SPPG.
Standar Keamanan dan Kebersihan Makanan
Senada dengan hal tersebut, Deputi Bidang Penyaluran dan Penyediaan BGN, Suardi Samiran, menekankan bahwa kualitas hidangan MBG tidak sekadar diukur dari pemilihan bahan saja. Proses pengolahan, penyimpanan, hingga cara penyajian memiliki peran vital dalam menentukan mutu makanan.
Suardi berharap setiap petugas di lapangan memiliki kompetensi, kesadaran, dan keterampilan yang mumpuni dalam menjalankan tugas operasional dapur.
“Selain itu, percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) menjadi salah satu prioritas penting sebagai bentuk komitmen dan pertanggungjawaban SPPG dalam menyediakan makanan bergizi yang aman, higienis, dan memenuhi standar sanitasi,” imbuh Suardi.*








