Hobi Makan Sosis dan Nugget? Ketua Yayasan Kanker Ingatkan: Siap-siap Kanker !

Pasang Iklan Murah Meriah

Palembang, CorongNews – Kebiasaan mengonsumsi makanan ultra proses dalam jangka panjang dinilai dapat meningkatkan risiko kanker, terlebih jika pola tersebut sudah dimulai sejak masa kanak-kanak.

Dikutip dari Instagram @lambegosiip pada Selasa (10/2/2026), Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Aru Wisaksono Sudoyo mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap pola makan modern yang kini banyak didominasi makanan instan dan siap saji.

Ia menjelaskan, makanan ultra-proses umumnya mengandung berbagai zat tambahan yang bila dikonsumsi terus-menerus berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.

“Sekarang ada sosis siap makan. Siap-siap kanker 20 tahun lagi, terutama anak-anak,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kebiasaan membaca label komposisi pada kemasan produk. Apabila dalam daftar bahan terdapat banyak istilah asing atau kandungan pengawet, maka produk tersebut patut dicurigai sebagai bagian dari kategori ultra processed food (UPF).

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa makanan secara umum dapat dibagi ke dalam beberapa kelompok.

Pertama, makanan non-proses seperti sayur, buah, dan daging segar.

Kedua, makanan rumahan yang dimasak sendiri dan relatif lebih aman.

Ketiga, makanan ultra-proses yang diproduksi secara massal di pabrik sehingga bentuk serta kandungan alaminya telah banyak berubah.

Menurutnya, produk ultra-proses kerap tidak lagi merepresentasikan bahan dasarnya.

“Kalau sudah jadi nugget, belum tentu ada ayamnya. Bentuknya sudah jauh dari aslinya,” katanya.

Produk olahan daging seperti sosis, nugget, dan kornet disebut biasanya mengandung nitrat, pengawet, serta pewarna tertentu yang dapat memicu kanker jika dikonsumsi berlebihan. Karena itu, ia mengimbau agar konsumsi produk tersebut dibatasi, khususnya bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.

Ia menambahkan, pembiasaan pola makan sehat sejak dini menjadi kunci untuk menekan risiko penyakit kronis di kemudian hari.

Masyarakat pun didorong untuk lebih sering memilih bahan makanan segar dan memasak sendiri di rumah sebagai pilihan yang lebih menyehatkan.

Pernyataan tersebut menuai beragam tanggapan dari warganet di media sosial. Tak sedikit yang mengaku mulai merasa khawatir dengan kebiasaan menyantap makanan instan setiap hari.

“Anak sekarang memang susah lepas dari nugget sama sosis. Harus mulai dikurangi pelan-pelan,” tulis netizen.

Komentar lain menekankan perlunya edukasi bagi orang tua.

“Orang tua harus lebih selektif pilih makanan anak. Jangan karena praktis jadi kebiasaan,” tulis warganet lainnya.

Sebagian netizen juga mengingatkan agar makanan olahan tidak dikonsumsi secara berlebihan.

“Sesekali mungkin masih oke, tapi kalau tiap hari jelas berisiko,” ujar yang lain.

Ada pula yang mengajak kembali ke pola makan tradisional.

“Makanan rumahan tetap paling aman. Walaupun butuh waktu, tapi lebih sehat untuk keluarga,” timpal netizen lainnya.*

v)

Pos terkait