CorongNews – OpenAI kembali membuat gebrakan dengan merilis ChatGPT Translate, layanan penerjemahan terbaru yang digadang-gadang sebagai pesaing langsung Google Translate. Platform berbasis web ini dirancang khusus untuk menerjemahkan teks ke lebih dari 50 bahasa secara cepat dan intuitif.
Mengutip laporan Cnet, pada pandangan pertama ChatGPT Translate terlihat seperti alat penerjemah teks sederhana, serupa dengan layanan terjemahan lain yang sudah lebih dulu populer.
Namun, ketika pengguna menelusuri halaman lebih jauh, terlihat jelas bahwa OpenAI memiliki visi yang lebih besar dalam mengembangkan fitur Translate ini.
Salah satu informasi menarik yang ditampilkan adalah rencana penambahan input suara dan gambar, seperti foto rambu atau tulisan, untuk langsung diterjemahkan.
Meski begitu, OpenAI belum mengungkapkan kapan fitur-fitur lanjutan tersebut akan tersedia bagi publik.
Peluncuran ChatGPT Translate hadir di tengah persaingan ketat dengan Google, yang juga agresif mengembangkan teknologi AI untuk penerjemahan.
Sepanjang 2024, Google bahkan telah menambahkan 110 bahasa baru ke dalam sistem Google Translate, termasuk inovasi terjemahan real-time melalui perangkat audio serta fitur pembelajaran bahasa.
Menariknya, kemampuan terjemahan ChatGPT sebenarnya sudah terintegrasi langsung di dalam chatbot.
Setelah menerjemahkan teks melalui situs Translate, pengguna akan mendapatkan berbagai rekomendasi tindakan dalam bentuk tombol sekali klik, seperti memperhalus hasil terjemahan atau menyesuaikannya dengan gaya bahasa tertentu.
Sebagai contoh, pengguna dapat memilih opsi seperti “buat terjemahan ini terdengar lebih natural” atau “jelaskan terjemahan ini seolah-olah untuk anak-anak.” Opsi tersebut akan langsung membuka percakapan di ChatGPT, lengkap dengan fitur tambahan seperti unggah gambar.
Meski enggan memberikan komentar detail terkait peluncuran situs Translate ini, perwakilan OpenAI menyampaikan bahwa perusahaan terus berupaya meningkatkan kapabilitas bahasa ChatGPT.
Upaya tersebut didukung oleh penerapan standar evaluasi baru untuk mengukur performa AI di berbagai bahasa dan konteks budaya, termasuk yang sedang dikembangkan di India.*
V)








