Jakarta | Corongnews – Kondisi Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus (27), kini dilaporkan telah stabil setelah mendapatkan penanganan intensif di Rumah Sakit Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Fokus utama tim medis saat ini adalah memulihkan luka bakar serta menyelamatkan fungsi penglihatan pasien melalui serangkaian prosedur bedah.
Langkah yang telah diambil meliputi pembersihan jaringan rusak pada mata kanan serta transplantasi membran amnion untuk melindungi permukaan mata dan mempercepat proses regenerasi kornea.
Saat ini, Andrie dirawat di High Care Unit (HCU) khusus luka bakar agar tim medis multidisiplin dapat memantau perkembangannya secara menyeluruh.
Pihak rumah sakit menegaskan bahwa langkah medis akan terus berlanjut.
“Saat ini, kondisi umum pasien sudah stabil dan tidak dalam kondisi yang mengancam jiwa. Penanganan medis akan terus dilakukan secara bertahap sesuai dengan perkembangan kondisi pasien, termasuk kemungkinan tindakan rekonstruksi jaringan dan prosedur lanjutan untuk membantu mengoptimalkan pemulihan fungsi penglihatan,” demikian keterangan pers RSCM pada Senin (16/3/26) malam.
Tragedi ini terjadi pada Kamis (12/3/26) malam sekitar pukul 23.30 WIB di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, tepat setelah Andrie menghadiri kegiatan siniar mengenai isu militerisme di gedung YLBHI. Berdasarkan pemeriksaan medis, korban menderita luka bakar kimia sekitar 20 persen yang tersebar di area wajah, leher, dada, punggung, hingga kedua lengan.
Mengenai tingkat keparahan luka tersebut, pihak medis menjelaskan,
“Hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan bahwa pasien mengalami luka bakar sekitar 20 persen pada area tubuh serta trauma kimia pada mata kanan dengan derajat keparahan tingkat tiga pada fase akut. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan tajam penglihatan serta kerusakan pada permukaan kornea.”
Uji indikator pH yang dilakukan saat korban tiba di IGD mengonfirmasi bahwa zat kimia yang digunakan pelaku bersifat asam, sehingga tim medis segera melakukan irigasi atau pencucian area luka untuk menetralkan efek zat tersebut sebelum melanjutkan ke prosedur pemulihan.*








