Jakarta | CorongNews – Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), mengambil langkah tegas dengan melaporkan Rismon Hasiholan Sianipar serta empat saluran YouTube ke Bareskrim Polri. Laporan ini berkaitan dengan tudingan serius mulai dari penyebaran berita bohong (hoaks) hingga tuduhan makar.
Kuasa hukum JK, Abdul Haji Talaohu, mengonfirmasi bahwa pelaporan terhadap pihak-pihak tersebut dilakukan secara simultan.
“Tidak hanya untuk saudara Rismon, tapi ada beberapa juga yang turut akan kami laporkan,” ungkap Abdul kepada awak media di Gedung Bareskrim Polri, Senin (6/4/26).
Daftar Pihak yang Dilaporkan
Selain Rismon Sianipar, tim hukum JK menyasar empat akun YouTube yang dinilai telah menyebarkan konten fitnah, yaitu:
Ruang Konsensus
Musik Ciamis
Mosato TV
YouTuber Nusantara
Duduk Perkara dan Substansi Tudingan
Abdul menjelaskan bahwa Rismon sebelumnya mengeklaim adanya keterlibatan elite politik dalam isu ijazah palsu Jokowi. Rismon bahkan mengaku melihat langsung JK menyerahkan uang senilai Rp5 miliar kepada Roy Suryo dan timnya.
“Itulah kenapa laporan ini kita buat sebagai langkah serius untuk merespons dan meminta pertanggungjawaban klarifikasi dia,” tambah Abdul.
Mengenai akun YouTube yang dilaporkan, Abdul membeberkan beberapa materi konten yang dianggap melanggar hukum:
Akun Ruang Konsensus: Menyebut JK sebagai sosok yang haus kekuasaan secara tidak rasional dan melabelinya sebagai “pecundang”.
“Ada kalimat yang menuduh Pak JK pecundang begitu yang kalau kita tarik, sehingga gerakan beliau mengarah kepada inkonstitusional. Inikan berita hoaks, berita bohong yang perlu juga diuji,” jelasnya.
Akun Mosato TV: Menuduh JK tengah merencanakan makar terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Ada kalimat dia yang sangat fatal menurut kami karena ada pernyataan ‘Indikasi kemunafikan, puji Prabowo tapi mau makar’. Inikan pertanyaan yang sudah telak,” tegas Abdul.
Dugaan Afiliasi Politik
Abdul memberikan catatan menarik bahwa akun-akun tersebut disinyalir memiliki kedekatan dengan lingkaran mantan Presiden Jokowi. Ia mencontohkan akun YouTuber Nusantara yang sempat mengadakan acara di Solo.
“Ya nanti ditafsirkan sendirilah. Karena mereka ini juga kemarin baru merayakan satu tahun YouTuber Nusantara di Solo,” katanya menyiratkan indikasi tertentu.
Pembelaan Pihak Rismon Sianipar
Di sisi lain, pihak Rismon Sianipar melalui pengacaranya, Jahmada Girsang, menepis seluruh tuduhan tersebut. Ia menyatakan bahwa kliennya tidak pernah mencatut nama Jusuf Kalla sebagai penyokong dana. Jahmada menduga ada penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk memalsukan pernyataan kliennya.
“Itu olahan AI semua ya, Rismon tidak pernah sebut nama pak JK,” ujar Jahmada pada Minggu (5/4/2026).*








