Jakarta | CorongNews – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengajak para pelajar di Indonesia untuk menghidupkan kembali budaya jalan kaki atau bersepeda saat berangkat ke sekolah. Langkah ini merupakan bagian dari upaya efisiensi energi nasional di tengah meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah yang mengancam pasokan minyak dunia.
Menurut Mu’ti, kebiasaan positif yang sempat tren di masa pandemi Covid-19 tersebut sangat relevan untuk diterapkan kembali saat ini, terutama bagi siswa yang jarak rumahnya dekat dengan sekolah.
Menghidupkan Budaya Sehat dan Hemat
Mu’ti menekankan bahwa berjalan kaki atau bersepeda bukan sekadar tren, melainkan solusi konkret untuk kesehatan siswa dan penghematan energi.
“Jadi misalnya kami imbau kalau yang rumahnya dekat dari sekolah dan kalau memang kira-kira aman dan nyaman, saya kira tidak ada salahnya jalan kaki atau kembali kepada kebiasaan bersepeda selama masa Covid,” ujar Mu’ti, Rabu (1/4/2026).
Ia mempertanyakan mengapa kebiasaan baik tersebut tidak diteruskan, mengingat dampaknya yang luar biasa bagi lingkungan. “Itu kan sehat dan juga bisa hemat energi dan bersih lingkungan,” tambahnya.
Inovasi Sekolah: Sampah Menjadi Energi
Selain dari sisi transportasi, Mendikdasmen juga mendorong pihak sekolah untuk lebih kreatif dalam mengelola limbah. Ia meminta sekolah melibatkan murid dalam kegiatan daur ulang sampah.
Bukan sekadar memilah, ia berharap sampah di lingkungan sekolah bisa diolah menjadi sumber energi ramah lingkungan. Hal ini dipandang sebagai bentuk edukasi dini agar generasi muda lebih peduli terhadap efisiensi energi dan keberlanjutan ekosistem.
Tantangan Transportasi Umum di Daerah
Di sisi lain, Mu’ti mengakui bahwa tantangan besar saat ini adalah keterbatasan akses transportasi publik. Hal inilah yang memicu banyaknya siswa yang lebih memilih menggunakan sepeda motor.
Peralihan Tren: Pelajar saat ini cenderung merasa lebih nyaman menggunakan motor pribadi karena minimnya pilihan angkutan umum.
Peran Pemda: Mu’ti meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk turun tangan memperbaiki layanan transportasi publik.
“Menurut saya, kalau ada angkutan umum yang aman, nyaman, anak-anak ini bisa berangkat ke sekolah dengan menggunakan transportasi umum. Itu kan lebih hemat energi, mengurangi polusi. Ini menjadi tantangan bagi Pemerintah Daerah,” tegasnya.
Arahan Presiden Prabowo
Upaya yang digagas Kemendikdasmen ini selaras dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Presiden telah menginstruksikan penghematan energi di berbagai sektor guna mengantisipasi dampak konflik di negara-negara Teluk.
Dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Presiden menekankan pentingnya langkah strategis demi menjaga ketahanan energi nasional dari fluktuasi harga global.
“Presiden membahas langkah-langkah strategis terkait rencana penghematan energi di berbagai sektor sebagai antisipasi atas dinamika politik di kawasan Timur Tengah,” pungkas Teddy.








