Pernyataan Trump Picu Lonjakan Harga Minyak Global, Naik Hampir 7 Persen

Pasang Iklan Murah Meriah

CorongNews – Pasar minyak dunia mengalami lonjakan harga sebesar hampir 7% pada Kamis (2/4/26). Pemicunya adalah pernyataan Presiden Donald Trump yang menegaskan bahwa Amerika Serikat akan terus melanjutkan operasi militer terhadap Iran tanpa memberikan kepastian kapan aksi tersebut akan dihentikan. Kondisi ini membuat investor khawatir akan adanya gangguan pasokan yang berkepanjangan.

Data perdagangan menunjukkan harga minyak mentah Brent melonjak US$ 6,84 (6,8%) ke level US$ 108 per barel pada pukul 06.43 GMT. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik US$ 6,40 (6,4%) menjadi US$ 106,52 per barel.

Menariknya, kenaikan ini terjadi sesaat setelah kedua tolok ukur tersebut sempat terkoreksi lebih dari US$ 1 sebelum pidato Trump dimulai.

Dalam pidatonya, Trump menyatakan optimisme terkait operasi militer tersebut. “

Bacaan Lainnya

Kami akan menyelesaikan pekerjaan ini, dan kita akan menyelesaikannya dengan sangat cepat. Kita sudah sangat dekat,” ujarnya.

Meski mengklaim konflik akan berakhir dalam dua hingga tiga minggu, Trump tidak menjabarkan detail strateginya secara spesifik.

Tanggapan Para Analis

Menanggapi pidato tersebut, Priyanka Sachdeva, analis pasar senior di Phillip Nova, berkomentar

“Pasar bereaksi terhadap fakta bahwa tidak ada penyebutan yang jelas tentang gencatan senjata atau keterlibatan diplomatik, yang ditampilkan dalam pidato tersebut.”

Sachdeva menambahkan bahwa harga minyak berpotensi terus mencetak rekor tertinggi baru. Hal ini terjadi karena pelaku pasar saat ini sedang memperhitungkan risiko gangguan pasokan, terutama dengan meningkatnya ketegangan di sektor maritim.

Situasi ini diperparah dengan insiden pada Rabu (1/4/26), di mana sebuah kapal tanker yang disewa oleh QatarEnergy terkena hantaman rudal jelajah Iran di perairan Qatar.

Peringatan Dampak Ekonomi

Selain ketegangan militer, Kepala Badan Energi Internasional (IEA) juga memberikan peringatan mengenai stabilitas pasokan yang akan mulai berdampak pada ekonomi Eropa mulai April. Sebelumnya, benua tersebut masih relatif aman berkat kargo-kargo yang sudah dikontrak sebelum perang pecah.

Claudio Galimberti, kepala ekonom Rystad Energy, menyimpulkan kondisi pasar saat ini dengan mengatakan

“Tanpa menyebutkan rencana gencatan senjata yang solid atau jalan keluar yang nyata, pasar dibiarkan terus mencerna pernyataan pemerintah.”

 Selain situasi di atas, Trump juga sempat melontarkan tuduhan bahwa kebijakan nuklir era Obama menjadi akar masalah Iran, serta menuding serangan Iran terhadap kapal minyak sebagai pemicu lonjakan harga bahan bakar saat ini.*

Pos terkait