Nama Ini Disebut Akan Menggantikan Kepemimpinan Khamenei

Ali Larijani
Pasang Iklan Murah Meriah

CorongNews – Sejumlah media pemerintah Iran mengonfirmasi wafatnya Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei, setelah kediamannya menjadi sasaran serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu (28/2/26).

Anak, menantu, dan cucunya dilaporkan turut menjadi korban. Pernyataan resmi tidak merinci penyebab kematian pria berusia 86 tahun tersebut maupun sosok yang akan menggantikannya.

Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari. Pertanyaan besar pun muncul: siapa yang akan memimpin Iran selanjutnya?

Mekanisme Suksesi Menurut Konstitusi

Mengutip Al Jazeera, konstitusi Iran mengatur bahwa jika pemimpin tertinggi wafat, kendali negara sementara akan dipegang oleh dewan beranggotakan tiga orang: presiden Iran, kepala lembaga peradilan, dan seorang ulama dari Dewan Penjaga Konstitusi.

Bacaan Lainnya

Saat ini, kewenangan tertinggi disebut berada di tangan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani.

Sementara itu, menurut laporan Reuters yang mengutip sumber intelijen, terdapat kemungkinan tokoh-tokoh garis keras dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) akan mengambil alih kekuasaan. Namun, skenario tersebut disebut sebagai salah satu dari beberapa opsi yang tengah berkembang.

Sosok Ali Larijani

Ali Larijani dikenal memiliki kedekatan dengan Khamenei. Berdasarkan laporan Agence France-Presse (AFP), ia baru-baru ini ditugaskan Iran untuk bertemu Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Moskwa, serta berkomunikasi dengan sejumlah pejabat negara Teluk yang berperan sebagai mediator antara Teheran dan Washington.

Larijani kembali menjabat sebagai Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) setelah konflik Iran-Israel pecah pada 2025. Posisi ini sebelumnya pernah ia emban hampir dua dekade lalu, dengan tanggung jawab mengoordinasikan strategi pertahanan dan mengawasi program nuklir Iran.

Ali Vaez, Direktur Proyek Iran di International Crisis Group, menilai Larijani kini memainkan peran lebih menonjol dibanding banyak pendahulunya. Ia disebut sebagai figur internal yang memahami dinamika sistem politik Iran serta karakter kepemimpinan pemimpin tertinggi.

Latar Belakang Keluarga dan Karier

Lahir di Najaf, Irak, pada 1957 dari keluarga ulama berpengaruh yang dekat dengan pendiri Republik Islam, Ruhollah Khomeini, Larijani berasal dari keluarga elite yang lama berkiprah dalam politik Iran. Meski beberapa anggota keluarganya pernah diterpa tuduhan korupsi, mereka membantah tudingan tersebut.

Larijani meraih gelar doktor Filsafat Barat dari Universitas Teheran. Ia merupakan veteran IRGC saat perang Iran-Irak, kemudian memimpin lembaga penyiaran negara, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), selama satu dekade sejak 1994. Ia juga menjabat sebagai Ketua Parlemen Iran pada periode 2008–2020.

Pada 1996, ia ditunjuk sebagai perwakilan Khamenei di Dewan Keamanan Nasional Tertinggi. Meski kalah dalam pemilihan presiden 2005 dari Mahmoud Ahmadinejad dan didiskualifikasi pada pencalonan 2021 serta 2024, kembalinya Larijani ke posisi strategis keamanan nasional dipandang sebagai sinyal kembalinya pendekatan keamanan yang lebih pragmatis di Iran.*

Pos terkait