Ditinggal Tokoh Senior, PDIP OKI Tegaskan Partai Tetap Solid dan Tak Bergantung Figur

Ketua DPC PDI Perjuangan OKI, Febriansyah Wardana
Pasang Iklan Murah Meriah

OKI, CorongNews – Keputusan politikus senior Abdiyanto Fikri untuk meninggalkan PDI Perjuangan dipastikan tidak menimbulkan gejolak di internal partai, khususnya di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Mesin organisasi PDIP dinilai tetap berjalan normal dan stabil.

Ketua DPC PDIP OKI, Febriansyah Wardana, menegaskan bahwa langkah yang diambil Abdiyanto merupakan keputusan pribadi dan tidak memengaruhi soliditas kader maupun struktur partai di daerah.

“Keputusan itu adalah keputusan pribadi. Namun kami tetap menyampaikan apresiasi atas dedikasi Saudara Abdiyanto selama berkiprah di PDIP,” ujar Febriansyah, Selasa (27/1/26).

Febriansyah mengakui Abdiyanto sebagai salah satu kader senior PDIP di OKI dan tercatat sebagai pemegang Kartu Tanda Anggota (KTA) terlama di tingkat DPC. Meski demikian, ia menekankan bahwa PDIP bukan partai yang bergantung pada satu tokoh.

Bacaan Lainnya

“Partai tetap berjalan sebagaimana mestinya. Seluruh pengurus dan kader tetap aktif menjalankan roda organisasi dan agenda politik partai,” tegasnya.

Ia menjelaskan, sebagai partai kader, PDIP menanamkan kesiapan penuh kepada setiap anggotanya, baik ketika mendapat amanah politik maupun saat tidak lagi diberi penugasan.

“Sebagai kader PDIP, kami harus siap ditugaskan kapan pun dan di mana pun, serta harus siap pula apabila tidak ditugaskan,” katanya.

Lebih lanjut, Febriansyah menyebut prinsip tersebut sejalan dengan arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang disampaikan dalam Rakernas I. Dalam forum tersebut, Megawati menegaskan agar kader tidak khawatir jika ada pihak yang memilih keluar dari partai.

“PDIP tidak membutuhkan kader yang sekadar hidup di partai tanpa bekerja untuk rakyat. Lebih baik sedikit, tetapi solid dan konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat. Tema Rakernas juga sudah tegas, ‘Di sanalah aku berdiri untuk selama-lamanya’,” ungkapnya.

Menurut Febriansyah, kekuatan PDIP terletak pada kolektivitas kader, bukan pada figur individual. Oleh karena itu, dinamika keluar-masuknya kader merupakan hal yang wajar dan tidak akan menggoyahkan eksistensi partai.

“Pergantian orang adalah hal biasa. Yang terpenting, kader PDIP tetap solid, loyal, dan konsisten dalam kerja-kerja kerakyatan,” tegasnya.

Ia juga memastikan seluruh kader PDIP OKI tetap menjunjung tinggi disiplin organisasi serta terus memperkuat konsolidasi internal hingga ke tingkat paling bawah. Saat ini, DPC PDIP OKI tengah mempersiapkan agenda Musyawarah Anak Cabang (Musancab), Musyawarah Ranting (Musran), dan Musyawarah Anak Ranting (Musanran).

“Konsolidasi terus berjalan. Struktur diperkuat agar kader benar-benar solid dan bekerja untuk partai serta rakyat,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Febriansyah menegaskan bahwa secara keseluruhan program dan agenda politik PDIP tetap berjalan normal dan fokus pada kepentingan rakyat.

“PDI Perjuangan tetap fokus pada kerja politik untuk rakyat. Struktur solid, agenda berjalan, dan partai tidak terpengaruh oleh keputusan personal siapa pun,” pungkasnya.*

V)

Pos terkait