JAKARTA | CorongNews – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) telah menyentuh level Rp18.000-an per dolar AS di pasar Non-Deliverable Forward (NDF).
Merujuk data Refinitiv pada hari ini, Rabu (27/5/26) pukul 10.16 WIB, nilai tukar mata uang Garuda berada di kisaran Rp17.800 hingga Rp18.000 per dolar AS. Posisi ini menandai salah satu level terendah dalam sejarah pergerakan rupiah.
Untuk tenor satu minggu (SW), nilai tukar rupiah di kurs NDF berada di kisaran Rp17.832 – Rp17.840 per dolar AS. Sementara itu, untuk tenor satu tahun, posisinya bahkan sudah menembus angka Rp18.228 – Rp18.245 per dolar AS.
Kondisi nilai tukar rupiah di pasar NDF ini terpantau jauh lebih lemah dibandingkan dengan posisi pada penutupan perdagangan reguler terakhir sebelum libur Idul Adha.
Pada Selasa (26/5/2026), mata uang Garuda mengakhiri perdagangan di level Rp17.775 per dolar AS, atau mengalami pelemahan sebesar 0,25%.
Untuk diketahui, kurs NDF merupakan instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs yang telah disepakati.
Pasar NDF sendiri belum tersedia di dalam negeri, melainkan hanya ada di pusat-pusat keuangan internasional seperti Singapura, Hong Kong, New York, atau London.
Meskipun berada di luar negeri, pergerakan di pasar NDF seringkali memengaruhi kondisi psikologis pembentukan harga di pasar spot domestik. Oleh karena itu, pergerakan kurs di NDF tidak jarang ikut diikuti oleh pasar spot.
Sebagai catatan, NDF merupakan kontrak derivatif valuta asing yang mirip dengan kontrak forward. Perbedaannya terletak pada saat jatuh tempo, di mana pada instrumen NDF tidak terjadi penyerahan mata uang pokok secara fisik.
Komponen yang dibayarkan hanyalah selisih antara kurs yang disepakati di awal kontrak dengan kurs acuan yang berlaku saat jatuh tempo.
Karena sistemnya berbasis selisih keuntungan atau kerugian, NDF banyak digunakan oleh pelaku pasar untuk kebutuhan lindung nilai (hedging), terutama ketika mereka ingin mengunci risiko pergerakan kurs tanpa harus membeli dolar secara langsung di pasar spot.
Itulah sebabnya, ketika harga rupiah di pasar NDF bergerak lebih lemah daripada pasar spot, pasar biasanya sedang mengirimkan sinyal kehati-hatian.
Hal ini menunjukkan bahwa pelaku pasar melihat tingkat risiko dan ketidakpastian masih tinggi, sehingga permintaan untuk lindung nilai meningkat dan mendorong ekspektasi kurs ke depan menjadi lebih lemah. (*)








