Israel Langgar Kesepakatan Genjatan Senjata, Darah Kembali Tumpah di Palestina

Pasang Iklan Murah Meriah

Gaza | CorongNews – Pasukan Israel dilaporkan menewaskan sedikitnya sembilan warga Palestina dalam gelombang serangan terbaru di berbagai wilayah Gaza pada Minggu (15/2/26).

Menurut sumber medis, insiden ini kembali mencederai kesepakatan “gencatan senjata” yang dimediasi Amerika Serikat pada Oktober lalu.

Mengutip laporan Al Jazeera, serangan tersebut berlangsung bersamaan dengan operasi militer Israel di Lebanon selatan. Targetnya disebut sebagai gudang yang diklaim digunakan oleh kelompok bersenjata Hizbullah.

Sumber yang sama menyebutkan bahwa serangan terjadi di luar apa yang dikenal sebagai “garis kuning”, yakni area penempatan pasukan Israel di Gaza.

Bacaan Lainnya

Di lokasi terpisah, empat warga Palestina lainnya dilaporkan meninggal dunia setelah pasukan Israel menghantam sebuah tenda pengungsi di kawasan al-Faluja, Gaza utara. Informasi ini disampaikan oleh sumber dari Rumah Sakit al-Shifa.

Israel Klaim Targetkan Pejuang Bersenjata

Dalam pernyataan resmi pada Minggu pagi, militer Israel menyatakan telah menyerang sebuah bangunan di Gaza utara yang tidak diungkapkan lokasinya. Serangan itu dilakukan tak lama setelah sejumlah pejuang bersenjata memasuki gedung tersebut. Militer mengklaim sedikitnya dua pejuang tewas dalam operasi tersebut.

Selain itu, militer Israel juga mengaku menembak mati seorang pria di Gaza yang disebut melintasi “garis kuning” dan dianggap menimbulkan “ancaman langsung” bagi pasukan mereka.

Sementara di Lebanon, pihak militer Israel menyatakan telah membombardir fasilitas penyimpanan senjata dan peluncur milik Hizbullah di wilayah selatan negara itu.

Militer Israel dan Hizbullah, yang mulai melancarkan serangan ke Israel utara sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina di Gaza pada 2023, sebelumnya telah menyepakati gencatan senjata pada November 2024.*

v)

Pos terkait