CorongNews – Pejabat Iran memperingatkan adanya “perang mental” menyusul beredarnya laporan dari Israel yang mengklaim Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia. Kepala humas di kantor pemimpin tertinggi Iran pada Sabtu (28/2/26) menuding Israel menyebarkan propaganda melalui isu tersebut, seperti dilaporkan media pemerintah Iran.
“Musuh menggunakan perang mental, semua orang harus waspada,” ujar pejabat humas itu, dikutip dari The Guardian.
Pernyataan tersebut muncul setelah sejumlah media Barat mengutip pejabat Israel yang menyatakan bahwa Khamenei telah wafat.
Reuters melaporkan, berdasarkan klaim seorang pejabat senior Israel, Khamenei yang memimpin Iran sejak 1989 telah meninggal dan jasadnya ditemukan.
Laporan serupa juga dimuat Axios yang mengutip sumber pejabat Israel. Dalam pemberitaan itu disebutkan bahwa Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat telah memberi tahu pejabat AS mengenai kabar meninggalnya Khamenei.
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu turut menyatakan bahwa terdapat indikasi kuat Khamenei “tidak lagi bersama kita”.
Khamenei belum muncul ke publik sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel dimulai pada Sabtu pagi.
Citra satelit menunjukkan kompleks kediamannya yang dijaga ketat di Teheran mengalami kerusakan signifikan akibat gelombang serangan awal.
Sampai saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran terkait isu tersebut. Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa Khamenei masih hidup, begitu pula para pejabat tinggi lainnya.
Dalam wawancara dengan NBC News dari Teheran, Araghchi menyatakan bahwa pemimpin tertinggi Iran berada dalam kondisi baik. Ayatollah Ali Khamenei masih hidup “sejauh yang saya ketahui”, kata Araghchi, sembari menambahkan bahwa “semua pejabat tinggi masih hidup”.
Araghchi juga mengungkapkan dirinya telah berkomunikasi dengan negara-negara Teluk untuk menjelaskan posisi Iran. Ia menegaskan bahwa Iran tidak memiliki niat menyerang negara-negara tersebut, melainkan menargetkan pangkalan Amerika sebagai bentuk pembelaan diri.*








