CorongNews – Tahun Baru Imlek bukan sekadar pergantian kalender, tetapi juga momen sakral yang sarat makna dan harapan. Dalam tradisi Tiongkok, hari-hari pertama Imlek dipercaya menentukan keberuntungan sepanjang tahun.
Karena itu, ada sejumlah pantangan yang masih dijaga banyak keluarga hingga kini. Dikutip dari berbagai sumber, berikut beberapa larangan saat Imlek yang perlu diketahui, lengkap dengan maknanya.
1. Tidak Menyapu atau Membuang Sampah di Hari Pertama
Pada hari pertama Imlek, menyapu lantai atau membuang sampah dipercaya dapat “membuang” rezeki dan keberuntungan yang baru datang. Biasanya, rumah sudah dibersihkan menyeluruh sebelum malam pergantian tahun untuk menyingkirkan nasib buruk lama.
Tips: Jika terpaksa membersihkan, sapu dari arah luar ke dalam rumah sebagai simbol agar keberuntungan tetap tinggal.
2. Menghindari Pakaian Hitam dan Putih
Dalam budaya Tiongkok, warna hitam dan putih identik dengan suasana duka. Karena itu, kedua warna ini kurang dianjurkan saat perayaan Imlek. Sebagai gantinya, kenakan warna cerah seperti merah yang melambangkan kebahagiaan, semangat, dan hoki.
Meski kini warna hitam sering dianggap modis, sebaiknya tetap dihindari saat acara keluarga resmi atau kunjungan ke tempat ibadah.
3. Tidak Mengucapkan Kata-kata Bernada Negatif
Ucapan dipercaya membawa doa. Kata-kata yang berkaitan dengan sakit, kematian, kesialan, atau kemiskinan sebaiknya dihindari. Bahkan kata yang bunyinya mirip dengan makna buruk juga tidak digunakan.
Contohnya, memberi hadiah jam dianggap tabu karena pelafalannya dalam bahasa Mandarin terdengar seperti menghadiri pemakaman. Sebagai gantinya, gunakan ucapan penuh harapan seperti “Gong Xi Fa Cai” yang berarti doa kemakmuran dan kesuksesan.
4. Tidak Memecahkan Barang
Memecahkan piring atau benda pecah belah diyakini sebagai pertanda kurang baik. Jika terjadi tanpa sengaja, biasanya pecahan disimpan dan ditutup kertas merah sambil mengucapkan doa agar tetap diberi keselamatan dan kedamaian sepanjang tahun.
5. Tidak Meminjam atau Memberi Pinjaman Uang
Transaksi utang-piutang saat awal tahun dipercaya dapat memengaruhi kondisi keuangan sepanjang tahun. Memberi pinjaman diartikan seperti “mengeluarkan” rezeki, sedangkan meminjam melambangkan kesulitan finansial.
Sebaiknya semua utang diselesaikan sebelum malam tahun baru. Angpao (amplop merah) diberikan oleh yang lebih tua kepada yang lebih muda dan biasanya berisi jumlah genap, kecuali angka empat yang dianggap kurang baik.
6. Tidak Sarapan Bubur
Bubur putih secara tradisional dikaitkan dengan kesederhanaan atau kemiskinan. Karena itu, banyak keluarga menghindarinya pada pagi pertama Imlek. Mereka lebih memilih makanan simbolis seperti pangsit (lambang kekayaan), ikan (kelimpahan), dan kue keranjang atau niangao (harapan peningkatan rezeki).
7. Tidak Memotong Rambut
Dalam bahasa Mandarin, kata “rambut” memiliki bunyi yang sama dengan “kemakmuran”. Memotong rambut saat Imlek dipercaya dapat “memotong” keberuntungan. Banyak orang memilih potong rambut sebelum Imlek atau menunggu beberapa hari setelahnya.
8. Menghindari Rumah Sakit dan Pemakaman
Rumah sakit dan pemakaman diasosiasikan dengan energi duka. Selama 15 hari pertama Imlek, kunjungan ke tempat-tempat tersebut biasanya dihindari kecuali dalam keadaan mendesak.
9. Tidak Bertengkar atau Menangis
Suasana hati di awal tahun dipercaya memengaruhi perjalanan setahun ke depan. Karena itu, pertengkaran, teriakan, atau tangisan sebisa mungkin dihindari. Keluarga berusaha menjaga suasana tetap damai dan penuh kegembiraan.
10. Tidak Mencuci Rambut atau Pakaian di Hari Pertama
Air dianggap bisa “mengalirkan” keberuntungan. Oleh sebab itu, mencuci rambut atau pakaian pada hari pertama Imlek sering dihindari. Jika perlu, kegiatan mencuci biasanya dilakukan beberapa hari setelahnya.
Tradisi-tradisi ini mungkin tidak selalu dijalankan secara ketat oleh generasi muda, tetapi tetap menjadi bagian penting dari nilai budaya Imlek. Intinya, semua pantangan tersebut berakar pada harapan agar tahun yang baru membawa keberuntungan, kesehatan, dan kebahagiaan bagi seluruh keluarga.*
v)








