CorongNews – Pesan singkat dan penuh teka-teki muncul di akun resmi X milik Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, pada Minggu (1/3/26) dini hari WIB. Unggahan itu hadir hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka mengklaim bahwa Khamenei telah meninggal dunia.
Pesan berbahasa Persia tersebut, jika diterjemahkan, berbunyi: “Atas nama Nami Haider (damai bersamanya).” Tidak ada keterangan tambahan, konteks, ataupun klarifikasi mengenai kondisi Khamenei. Unggahan tersebut juga tidak menyinggung klaim kematian yang dilontarkan oleh pihak AS.
Nama “Haider” dalam tradisi Islam kerap dikaitkan dengan Ali bin Abi Thalib. Frasa “damai bersamanya” mengisyaratkan nuansa religius, namun maknanya tetap samar.
Sampai berita ini dipublikasikan, belum dapat dipastikan apakah pesan itu merupakan simbol perlawanan, penanda syahidnya Khamenei, atau sekadar unggahan terjadwal otomatis dari akun resminya di X.
Khamenei memimpin Iran sejak 1989 dan memegang otoritas tertinggi, baik secara politik maupun keagamaan, di negara tersebut.
Di sisi lain, Trump menyampaikan pernyataan yang bernada keras. Ia menyebut kematian Khamenei sebagai momentum bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka dari apa yang ia sebut sebagai “komplotan preman haus darah.”
Trump juga mengklaim bahwa intelijen AS dan Israel telah melacak posisi Khamenei dengan tingkat presisi sangat tinggi sehingga ia tidak dapat menghindar.
Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menulis bahwa kematian Khamenei merupakan bentuk keadilan, bukan hanya bagi rakyat Iran, tetapi juga bagi warga Amerika dan masyarakat internasional yang menurutnya menjadi korban kebijakan sang pemimpin Iran.
Ia menegaskan operasi militer tidak akan berhenti pada kematian Khamenei. Dalam satu hari saja, kata Trump, Iran telah mengalami kehancuran besar.
“Pengeboman berat dan presisi akan terus berlanjut tanpa henti sepanjang minggu, atau selama diperlukan untuk mencapai tujuan kita: PERDAMAIAN DI SELURUH TIMUR TENGAH DAN DUNIA!” ujar Trump.
Selain itu, Trump menyatakan harapannya agar pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) serta kepolisian setempat memilih untuk “bergabung secara damai” dengan kelompok patriot Republik Islam dan menghentikan perlawanan.*







