CorongNews – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melayangkan kritik keras kepada Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, karena tidak memberikan dukungan terhadap langkah militer melawan Iran.
Menurut Trump, sikap tersebut membuat relasi erat yang selama ini dikenal sebagai “special relationship” berada dalam situasi yang tidak nyaman.
“Dia tidak membantu. Saya tidak pernah menyangka akan melihat hal seperti itu. Saya tidak pernah menyangka akan melihat hal seperti itu dari Inggris,” ucap Trump, mengutip laporan AFP.
Ia juga menyebut hubungan kedua negara kini terasa berbeda dibanding masa-masa sebelumnya.
“Ini jenis hubungan yang jauh berbeda dari yang pernah kami miliki dengan negara Anda sebelumnya. Sangat menyedihkan melihat bahwa hubungan itu jelas tidak seperti dulu lagi,” tambahnya.
Walaupun menyayangkan sikap London, Trump memberi gambaran bahwa Amerika Serikat mampu menjalankan operasi di Timur Tengah tanpa keterlibatan militer Inggris. Ia menegaskan ketidakhadiran Inggris tidak akan mengubah hasil konflik.
“Itu tidak akan berpengaruh, tetapi (Starmer) seharusnya membantu, seharusnya dia membantu,” katanya menekankan.
Persoalan ini mencuat setelah pemerintah Inggris sempat tidak segera mengizinkan penggunaan pangkalan udara mereka oleh militer AS.
Izin tersebut akhirnya diberikan, namun menurut Trump prosesnya terlalu lama dan mengganggu momentum serangan.
Di pihak lain, keputusan Starmer dinilai dilandasi pertimbangan politik dalam negeri. Keterlibatan di Timur Tengah masih menjadi topik sensitif bagi publik Inggris, terutama sejak kebijakan mantan perdana menteri Tony Blair yang mendukung invasi Irak pimpinan AS berujung kontroversi besar.
Dalam sidang parlemen pada Senin (2/3/2026), Starmer menegaskan bahwa keputusannya didasarkan pada kepentingan nasional Inggris.
“Presiden Trump telah menyatakan ketidaksetujuannya dengan keputusan kami untuk tidak terlibat dalam serangan awal, tetapi adalah tugas saya untuk menilai apa yang sesuai dengan kepentingan nasional Inggris,” ujarnya.
“Itulah yang telah saya lakukan dan saya tetap teguh pada pendirian saya,” lanjutnya.
Ia juga menjelaskan bahwa fasilitas militer Inggris di Siprus tidak dipakai oleh pesawat pengebom AS dalam konflik antara AS-Israel dan Iran.
Meski demikian, pangkalan udara Inggris di Akrotiri, Siprus, dilaporkan menjadi target serangan drone Iran yang mengenai landasan pacu pada Senin pagi. Starmer menilai serangan itu bukan reaksi atas keputusan pemerintah Inggris.
“Pendekatan Iran menjadi lebih gegabah dan lebih berbahaya,” katanya.
“Mereka bekerja tanpa ampun dan sengaja melalui rencana untuk menyerang, tidak hanya target militer, tetapi juga target ekonomi di wilayah tersebut, tanpa mempedulikan korban sipil. Itulah situasi yang kita hadapi saat ini dan yang harus kita tanggapi,” pungkasnya.*








