Cek Fakta : Cabut Uban Malah Bikin Tumbuh Makin Banyak?

ilustrasi uban (c) Halo sehat
Pasang Iklan Murah Meriah

Palembang, Corongnews – Uban merupakan proses alami seiring bertambahnya usia seseorang. Namun pada sebagian orang mengalami tumbuhnya uban lebih cepat, hal ini dapat dipengaruhi oleh faktor genetik, stres, atau gaya hidup.

Walaupun wajar, keberadaan uban sering dianggap mengganggu penampilan karena membuat seseorang tampak lebih tua. Hingga tak heran jika banyak orang memilih mengecat rambutnya, bahkan ada yang memilih untuk mencabutnya.

Namun, kebiasaan mencabut rambut uban ini kerap menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran tersendiri. Ada anggapan bahwa mencabut uban membuat rambut putih ini tumbuh lebih banyak,

Proses Terjadinya Uban

Menukil dari laman WebMD, warna rambut ditentukan oleh pigmen bernama melanin yang diproduksi di dalam folikel rambut.

Saat seseorang masih muda, sel-sel ini bekerja aktif sehingga rambut tampak hitam, cokelat, atau pirang sesuai genetik masing-masing. Namun, seiring bertambahnya usia, sel-sel pigmen ini akan mati dan produksi melanin pun terhenti.

Begitu folikel berhenti memproduksi melanin, folikel tersebut tidak akan menghasilkan rambut berwarna lagi. Tanpa adanya pigmen, helai rambut baru yang tumbuh akan berwarna lebih terang, mulai dari abu-abu, perak, hingga putih.

Uban sering kali muncul sebagai tanda penuaan, tapi uban juga kadang muncul pada rambut anak-anak yang masih muda meskipun tergolong jarang atau tidak sebanyak uban pada orang tua. Jadi, usia bukanlah satu-satunya faktor penyebab uban.

Selain faktor usia, munculnya uban juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor lain yang berkaitan dengan kondisi tubuh dan kebiasaan sehari-hari. Pada sebagian orang, uban bisa tumbuh lebih cepat atau lebih banyak meski usia belum tergolong lanjut.

Dilansir dari situs Healthline, berikut beberapa faktor penyebab uban selain usia:

1. Genetik

Genetika atau faktor keturunan adalah salah satu penyebab utama rambut menjadi putih selain penuaan alami. Jika ada riwayat keluarga yang mengalami uban di usia dini/muda, kemungkinan besar pola genetik tersebut diturunkan kepada anak-cucunya.

2. Stres Kronis

Stres yang berkepanjangan (kronis) dan tidak dikelola dengan baik dapat memengaruhi kesehatan sel di tubuh, termasuk sel‑sel yang menghasilkan pigmen rambut.

Sebuah penelitian di tahun 2020 menunjukkan bahwa stres dapat memicu perubahan biokimia yang berdampak pada sel punca yang meregenerasi pigmen sehingga rambut kehilangan warna lebih cepat dari seharusnya.

3. Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel‑sel tubuh sendiri, termasuk sel penghasil warna rambut. Dalam kondisi seperti alopecia areata atau vitiligo, sel‑sel tersebut bisa rusak atau berhenti berfungsi sehingga rambut tumbuh tanpa pigmen.

4. Gangguan Tiroid

Kelenjar tiroid berperan penting dalam regulasi hormon tubuh, termasuk yang memengaruhi metabolisme dan produksi melanin. Gangguan pada fungsi tiroid, baik itu hyperthyroidism maupun hypothyroidism, dapat menyebabkan keseimbangan hormon terganggu.

Ketidakseimbangan ini pada akhirnya memengaruhi produksi melanin di folikel rambut sehingga membuat rambut menjadi putih lebih cepat.

5. Kekurangan Vitamin B-12

Vitamin B-12 memiliki peran penting dalam kesehatan rambut dan pembentukan sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Kekurangan vitamin ini (misalnya karena anemia pernisiosa) dapat melemahkan folikel rambut dan menghambat produksi melanin.

Hal ini berakibat rambut kehilangan warnanya lebih dini. Oleh karena itu, defisiensi vitamin B-12 dapat menjadi penyebab munculnya uban di usia muda.

6. Merokok

Kebiasaan merokok bukan hanya berpengaruh pada risiko kesehatan serius seperti kanker atau penyakit jantung, tapi juga berdampak pada rambut. Zat‑zat beracun dalam rokok dapat merusak pembuluh darah kecil yang menyuplai nutrisi ke folikel rambut dan mempercepat hilangnya pigmen.

Hal ini didukung oleh penelitian yang menemukan hubungan antara merokok dan munculnya uban. Salah satunya tertuang dalam jurnal Premature Graying of Hair: A Comprehensive Review and Recent Insights.

Jurnal ini menyebutkan bahwa merokok dapat mempercepat penuaan folikel rambut, bahkan menyebabkan kerontokan.

Mencabut Uban Bikin Tumbuh Lebih Banyak?

Sebagian dari kita mungkin pernah mendengar pendapat bahwa mencabut uban bisa membuatnya tumbuh lebih banyak di tempat yang sama atau bahkan di area sekitarnya. Namun, menurut para ahli, ini hanyalah mitos belaka.

Setiap helai rambut tumbuh dari satu folikel rambut yang bekerja secara independen. Artinya, mencabut satu helai uban hanya akan membuat folikel itu tumbuh kembali satu helai rambut, biasanya juga berwarna putih atau abu-abu jika kemampuan produksi pigmen sudah hilang.

Tidak ada mekanisme biologis yang membuat folikel rambut lain terpicu untuk menghasilkan uban lebih banyak hanya karena satu rambut putih dicabut. Hal ini dibenarkan oleh Dr. Shaskank Kraleti, M.D.

“Mencabut uban hanya akan menghasilkan uban baru di tempatnya karena setiap folikel rambut hanya mampu menumbuhkan satu rambut. Rambut di sekitarnya tidak akan berubah putih hingga sel pigmen di folikelnya mati,” katanya seperti dikutip dari laman UAMS Health.

“Ketika Anda mencabut sehelai rambut, rambut baru akan tumbuh di tempatnya dan karena sel pigmen tidak lagi memproduksi pigmen, rambut baru ini juga akan berwarna putih,” tambahnya.

Mitos tentang uban yang bertambah banyak setelah dicabut juga dibantah oleh ahli dermatologi Dr. Shivangi Rana. Dilansir dari situs Times of India, Dr. Shivangi Rana menegaskan bahwa rambut putih tidak akan bertambah lebih banyak hanya karena mencabut sehelai uban.

“Itu adalah kesalahpahaman umum, bahwa jika Anda mencabut satu helai rambut putih, Anda akan mendapatkan sepuluh helai rambut putih lagi. Itu adalah kesalahpahaman. Hal itu tidak terjadi,” katanya.

Dr. Rana juga mengingatkan bahwa mencabut uban sebenarnya tidak direkomendasikan. Mencabut uban memang tidak membuatnya jadi lebih banyak, tapi mungkin bisa mengurangi jumlah rambut secara keseluruhan.

“Ketika Anda mencabut rambut, hal itu menyebabkan trauma pada folikel rambut. Akibatnya, rambut yang dicabut mungkin tidak akan tumbuh kembali. Itulah mengapa hal ini tidak dianjurkan,” katanya.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa anggapan tentang uban yang bertambah banyak gara-gara dicabut adalah sebuah mitos yang tidak memiliki bukti ilmiah.*

V)

Pos terkait