CorongNews – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membuka kemungkinan penggunaan pasukan darat dalam konflik dengan Iran, seiring operasi militer bersama AS dan Israel yang telah berlangsung selama tiga hari.
Ia membandingkan sikapnya dengan para presiden sebelumnya yang kerap menegaskan tidak akan mengirimkan pasukan darat ke medan konflik. Menurut Trump, ia tidak pernah membuat pernyataan semacam itu.
“Saya tidak ragu-ragu untuk mengerahkan pasukan darat, seperti yang dikatakan setiap presiden, ‘Tidak akan ada pasukan darat.’ Saya tidak mengatakannya,” ujar Trump, seperti dilaporkan Anadolu Agency, Selasa (3/3/2026).
Trump menegaskan, opsi serangan darat tetap berada di atas meja dan akan diputuskan sesuai kebutuhan. Dalam wawancara terpisah dengan, ia menyebut operasi yang tengah berjalan menunjukkan perkembangan positif, tetapi memperingatkan bahwa intensitas serangan bisa meningkat.
Ia bahkan menyatakan bahwa fase serangan paling besar terhadap Iran belum dimulai.
“Kita bahkan belum mulai menyerang mereka dengan keras. Gelombang besar bahkan belum terjadi. Gelombang besar akan segera datang,” katanya.
Trump juga mengungkapkan keterkejutannya atas respons Iran yang melancarkan serangan ke sejumlah negara Arab, yakni Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
Ia menilai negara-negara tersebut pada awalnya tidak sepenuhnya terlibat dalam konflik.
“Kami memberi tahu mereka bahwa kami akan menyelesaikan ini, dan sekarang mereka ingin melawan. Awalnya mereka hanya sedikit terlibat, sekarang mereka bersikeras ikut,” ucapnya.
Dalam pernyataan terbarunya, Trump turut memperbarui data korban di pihak Iran. Jika sebelumnya ia menyebut 48 pemimpin Iran tewas, kini angka tersebut ia naikkan menjadi 49 orang.
Ia juga mengeklaim pemerintah AS berupaya melindungi warga sipil Iran di luar operasi militer, termasuk dengan mengimbau masyarakat agar tetap berada di dalam rumah untuk menjaga keselamatan.*








