Pasar Ikan dan Perkampungan Warga Setempat |
Siapa yang tidak kenal dengan Kota Bekasi, Kota yang dianggap masyarakat adalah kota dengan tingkat kemacetan yang luar biasa. Seakan jika kita mengunjungi kota bekasi pada Rush Hours, maka membutuhkan waktu berjam-jam. Banyak yang mencibir Kota Bekasi sebagai kota yang sangat jauh dari Ibu Kota Jakarta, seakan Kota ini berada di luar planet Bumi.
Aktivitas Nelayan Setempat, yang mondar-mandir di bawah jembatan. |
Lokasi tepatnya adalah di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU), Muara Tawar. Biar lebih mudah pake Google Map dengan Titik Pencarianya “PLTGU Muara Tawar”. Dari titik itu mudah sekali tinggal mengikuti jalan dan nanti kalian akan menemukan pintu Gerbangnya, saat ini ada biaya retribusi untuk masuk ke Wisata tersebut. Di hari itu saya membayar Rp. 10.000,- untuk 1 mobil, untuk motor saya kurang paham berapa harganya.
Jembatan Kayu untuk menikmati suasana Muara Tawar |
Tempatnya belum tertata dengan baik, karena mungkin sebenernya tempat itu difokuskan untuk Jual Beli hasil laut seperti Udang, Ikan Kepting dsb. Setelah dari situ kalian jalan sedikit nanti akan menemukan Pintu Gerbang yang akan disambut dengan jalan diatas laut terbuat dari Kayu, dan ada juga jembatan yang cukup terkenal disebut “Jembatan Cinta” mirip seperti jembatan yang ada di Pulau Tidung.
Suasana Cerah dan Asri Khas Pesisir |
Pagi itu cuaca cerah dan matahari baru sedikit menyingsing, tidak terlalu menyengat dan cenderung hangat. Suasanya sangat nyaman dengan angin laut yang berhembus halus dan suasana yang tenang jauh dari hiruk pikuk kendaraan. Air Lautnya cukup bersih tidak terlampau kotor dibandingkan dengan laut wilayah sekitaran Ancol, dan warna lautnya cenderung kehijauan.
Kapal yang bisa disewa untuk menikmati Hutan Manggrove lebih dalam, menuju kawasan Sungai Rindu. |
Dari Jembatan kayu, kalian bisa berjalan menyusuri jembatan itu menikmati suasan laut Bekasi. Ada beberapa perahu yang bisa disewa dengan membayar sejumlah uang untuk berkeliling mengitari tambak-tambak warga setempat, saat itu saya membayar Rp. 10.000,-. Kita akan dibawa berkeliling wilayah tersebut sampai menuju jalur sungai yang dikelilingi oleh hutan mangrove, sungai itu dinamakan Sungai Rindu.
Di tempat yang dinamakan “Sungai Rindu” terdapat Barisan hutan manggrove berbaris rapi disepanjang jalan, adem sekali suasanya dan tenang. Sangat nyaman berada disitu karena udaranya adem karena rimbunnya hutan manggrove. Kalian juga diberi kesempatan untuk menaiki pohon manggrove yang sudah besar dan kuat, sekedar berfoto dibolehkan asal tidak merusak dan menyakiti pohon tersebut.
Perjalanan Menuju Sungai Rindu, dengan menyewa Kapal |
Setelah puas kami pun kembali ke pasar ikan, membeli Rempeyek Udang dan Kerang Hijau sekedar untuk memberikan sedikit kontribusi untuk masyarakat setempat. Ternyata rasanya enak dan nikmat, menikmati jajanan laut tersebut sambil dikelilingi suasana laut membuat hidangan tersebut lebih istimewa dibanding biasanya.
Akhirnya kamipun pulang dari Muara Tawar Bekasi, dengan segenap kekaguman bahwa ada lokasi yang cukup cantik di daerah Bekasi yang seharusnya masyarakat Bekasi mengetahui tempat ini. Semoga kedepanya lokasi ini bisa semakin berkembang dan semakin rapih, supaya menunjang ekonomi masyarakat setempat dan merata manfaatnya untuk seluruh masyarakat sekitar.
Yuk Kunjungi tempat ini dan berikan kontribusi untuk masyarakat setempat supaya ekonomi mereka semakin membaik dan tempat wisata ini semakin indah untuk dikunjungi.
Berikut adalah foto Lokasi Sungai Rindu yang akan menjadi Destinasi Wisata Baru.
Membelah Rimbun Hutan Manggrove |